Site icon Jernih.co

Shin Tae-yong Dihukum KFA Dilarang Beraktivitas di Sepak Bola Korsel Selama 10 Tahun

JERNIH — Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) resmi menjatuhkan sanksi berat kepada mantan pelatih tim nasional mereka, Shin Tae-yong. Komite Fair Play KFA memutuskan untuk melarang Shin beraktivitas di kancah sepak bola domestik Korea Selatan selama 10 tahun, termasuk pengusiran permanen dari klub.

Keputusan tegas tersebut diambil setelah Komite Fair Play menggelar sidang disiplin awal bulan ini. Selain larangan melatih selama satu dekade, sanksi tambahan juga menutup rapat pintu bagi Shin untuk terlibat dalam kompetisi sepak bola Korea Selatan dalam kapasitas apa pun.

Kendati demikian, hukuman ini dipastikan bersifat lokal dan hanya berlaku di wilayah yurisdiksi KFA. Aktivitas kepelatihan Shin di luar negeri sama sekali tidak terdampak, sehingga ia tetap dapat melanjutkan perannya sebagai kepala pelatih klub Super League Indonesia, Persija Jakarta.

Dilansir dari media Korea Selatan, Ichanela, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah menerima surat pemberitahuan resmi terkait sanksi tersebut dari pihak KFA. Namun, PSSI dan manajemen memastikan keputusan itu tidak memengaruhi status kerja maupun kontrak Shin bersama Macan Kemayoran.

Menanggapi vonis berat tersebut, Shin Tae-yong mengisyaratkan kekecewaannya dan menilai sanksi yang dijatuhkan tidak mencerminkan keadilan. Meski mengklaim mengantongi sejumlah bukti kuat untuk mematahkan tuduhan, ia memilih menahan diri demi mengutamakan kondusivitas sepak bola di tanah airnya.

“Ada banyak aspek yang menurut saya tidak adil dan saya ingin mengungkapkan kebenaran. Namun, para pemain bisa terluka jika saya berbicara, dan suasana sepak bola domestik saat ini sedang tidak baik,” ungkap Shin seperti dikutip dari Ichanela.

Perselisihan panas antara Shin dan federasi bermula dari laporan dugaan tindakan kekerasan yang ia lakukan terhadap sejumlah pemain saat masih menukangi klub K-League, Ulsan Hyundai. Tak hanya itu, Shin juga dilaporkan kedapatan bermain golf di tengah bergulirnya kompetisi resmi.

Dua dugaan pelanggaran tersebut sebelumnya telah berujung pada pemecatan Shin dari kursi pelatih Ulsan Hyundai, sebelum akhirnya diproses lebih lanjut oleh Komite Disiplin KFA hingga berbuah sanksi larangan beraktivitas selama 10 tahun.

Exit mobile version