Badai pelaporan hukum akhirnya memaksa Ade Armando mengambil langkah drastis. Demi menyelamatkan citra Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dari serangan orkestrasi ormas, sang akademisi vokal ini memilih menanggalkan partai.
WWW.JERNIH.CO – Ade Armando, akademisi sekaligus pegiat media sosial yang dikenal vokal, secara resmi menyatakan pengunduran dirinya dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Langkah ini diambil di tengah badai kontroversi hukum dan tekanan politik yang melibatkan dirinya.
Sejak bergabung pada April 2023, Ade Armando tercatat sebagai kader sekaligus anggota PSI. Meskipun ia sering menjadi wajah partai di berbagai media, Ade menegaskan bahwa dirinya bukanlah pengurus struktur DPP PSI.
Pada Pemilu 2024, ia sempat maju sebagai calon legislatif (caleg) untuk DPR RI dari daerah pemilihan DKI Jakarta II. Di luar aktivitas politik praktisnya, Ade juga menjabat sebagai Komisaris PLN Nusantara Power sejak Juli 2025, sebuah posisi yang kerap dikritik oleh lawan politiknya karena dianggap sebagai imbalan politik.
Pemicu utama mundurnya Ade adalah rentetan laporan polisi yang dilayangkan oleh sekitar 40 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan penodaan agama akibat potongan video ceramah mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang diunggah di kanal YouTube Cokro TV.
Ade merasa bahwa serangan yang ditujukan kepadanya kini mulai berimbas negatif pada eksistensi PSI. Ia menyebut adanya “orkestrasi” serangan yang sengaja memanfaatkan kontroversi pribadinya untuk menghancurkan citra partai menjelang agenda-agenda politik penting.
Dalam konferensi pers di kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Ade menyampaikan beberapa poin krusial. Ia menyatakan mengundurkan diri dari PSI. Tidak ada konflik di antara dirinya dengan PSI, dan ia mundur demi kebaikan bersama. Menurutnya, ia tidak ingin PSI harus menanggung akibat dari apa yang selama ini ia sampaikan.
Ia juga menekankan bahwa kritik-kritiknya selama ini adalah produk kerja jurnalistik pribadi yang tidak dikonsultasikan dengan pimpinan partai.
“Itu sepenuhnya tanggung jawab pribadi saya. Jadi, sehabis acara ini, kalau saya masih melakukan kritik yang tidak bisa diterima pihak mana pun, tolong jangan serang PSI-nya. PSI tidak tahu apa-apa soal ini,” terusnya.
Merespons pengunduran diri tersebut, Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, menyatakan bahwa partai secara resmi telah menerima surat pengunduran diri Ade sejak Senin malam sebelumnya. PSI mengapresiasi integritas Ade yang memilih memisahkan masalah pribadi dari institusi partai.(*)
BACA JUGA: Pledoi dan Kritik untuk Ade Armando
