Sempat ditahan selama 10 jam oleh otoritas Prancis, Samir Nasri kini menghadapi penyelidikan atas dugaan pencucian uang melalui klub malam XS.
WWW.JERNIH.CO – Mantan gelandang bintang Arsenal dan Manchester City, Samir Nasri, sempat ditangkap dan menjalani pemeriksaan intensif selama kurang lebih sepuluh jam oleh kepolisian Prancis. Penahanan ini dilakukan atas dugaan keterlibatan Nasri dalam jaringan pencucian uang terorganisir yang terhubung dengan kartel narkoba internasional.
Penyelidikan ini berpusat pada sebuah klub malam bernama XS yang berlokasi di Ivry-sur-Seine, dekat Paris. Samir Nasri diketahui telah menjadi pemegang saham di klub tersebut sejak tahun 2016, dengan menginvestasikan ratusan ribu euro saat ia masih aktif bermain di Manchester City.
Pihak berwenang Prancis mendeteksi adanya aktivitas mencurigakan sepanjang periode 2021–2023, berupa penarikan uang tunai dalam jumlah besar dari klub malam tersebut. Uang kas dari bisnis ini diduga kuat digunakan untuk mencuci dana haram hasil bisnis gelap.
Dalam lingkaran kasus ini, muncul beberapa nama besar dari dunia kriminal Prancis yang menyeret nama Nasri. Ada Hakim Berrebouh alias “Wild Boar” a ka “Babi Hutan”, dia gembong narkoba kelas kakap asal Marseille yang telah mendekam di penjara sejak tahun 2021. Ia merupakan sosok utama di balik jaringan ini.

Lalu Olivier Sabbah alias “Paulo” yang merupakan salah satu figur kunci yang diduga bertindak sebagai pengatur utama alur pencucian uang untuk jaringan Berrebouh. Bilele Z. yang rekan pemilik (co-owner) klub malam XS yang juga ikut ditangkap oleh pihak kepolisian.
Termasuk istri Hakim Berrebouh yang dikabarkan beberapa kali mengambil uang tunai dalam jumlah besar dari klub malam tersebut saat suaminya berada di dalam tahanan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, motif keterlibatan Nasri tampaknya lebih didasari oleh faktor kedekatan masa lalu dibandingkan motif ekonomi murni. Nasri dan Hakim Berrebouh diketahui tumbuh bersama sejak masa kecil mereka di Marseille. Keduanya kembali berkomunikasi secara intens di Dubai saat masa pembatasan wilayah (lockdown) akibat pandemi Covid-19 pada tahun 2020. Di momen itulah Berrebouh mengajak Nasri untuk berinvestasi.
Meskipun saat ini ia sedang menghadapi sengketa dengan otoritas pajak Prancis terkait klaim tunggakan pajak sebesar 5,51 juta euro atas status residensi pajaknya di Dubai, Nasri bukanlah orang yang kekurangan finansial. Keterikatannya dalam pusaran kasus ini murni karena investasi lisan pada bisnis malam yang dikelola oleh teman masa kecilnya yang ternyata merupakan gembong narkoba.
Setelah menjalani pemeriksaan selama 10 jam, Samir Nasri akhirnya dibebaskan pada malam harinya. Hingga saat ini, mantan pemain Timnas Prancis tersebut belum dijatuhi dakwaan resmi apa pun, meskipun pihak penyidik menyatakan bahwa ia masih berpeluang dipanggil kembali untuk pemeriksaan lanjutan guna mendalami sejauh mana ia mengetahui aliran dana gelap tersebut.
Samir Nasri terakhir kali bermain sepak bola profesional pada awal tahun 2020, dan secara resmi mengumumkan pensiun pada 26 September 2021 di usia 34 tahun. Setelah dilepas oleh Anderlecht pada pertengahan tahun 2020 akibat kompetisi yang mandek dan masalah cedera pangkal paha yang berulang, Nasri sempat setahun tanpa klub sebelum akhirnya memutuskan untuk menyudahi karier sepak bolanya secara total.(*)
BACA JUGA: Taklukkan Chelsea, Manchester City Juara Piala FA dan Siap Senggol Arsenal