Site icon Jernih.co

Korea Selatan Suntik Ratusan Triliun Rupiah Guna Muluskan Megaproyek Semikonduktor

Tak tanggung-tanggung, raksasa teknologi seperti Samsung dan SK Hynix turut digandeng dengan estimasi total investasi menembus angka Rp10.000 triliun lebih.

WWW.JERNIH.CO –  Pemerintah Korea Selatan akan meluncurkan dana semikonduktor senilai Rp62.656 triliun) yang ditujukan bagi perusahaan bahan, komponen, peralatan, dan fabless (perancang cip) yang potensial. Langkah ini dilakukan di tengah upaya Seoul mempercepat pembangunan pusat-pusat manufaktur cip baru di seluruh negeri, menurut seorang pejabat kepresidenan.

Selain itu, pemerintah juga akan menyediakan pembiayaan perdagangan tambahan sebesar 5 triliun won bagi para pemasok. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Staf Kepresidenan Kang Hoon-sik dalam konferensi pers usai rapat yang dipimpin langsung oleh Presiden Lee Jae Myung pada Senin lalu.

Rangkaian kebijakan ini merupakan bagian dari inisiatif megaproyek semikonduktor yang diumumkan Presiden Lee pada Juni lalu. Dalam proyek tersebut, Samsung Electronics dan SK Hynix—bersama para pemasok dan pemerintah daerah—diperkirakan akan menginvestasikan lebih dari Rp10.252,8 triliun untuk berbagai proyek manufaktur cip baru, termasuk fasilitas pabrikasi utama di wilayah barat daya Korea Selatan.

“Pemerintah akan membentuk dana semikonduktor baru senilai sekitar 5 triliun won yang berfokus pada perusahaan bahan, komponen, peralatan, serta fabless yang menjanjikan,” kata Kang.

Ia menambahkan bahwa pemerintah juga akan meluncurkan program jangka panjang berdurasi 10 tahun senilai 1 triliun won. Program ini bertujuan mendukung kerja sama antara perusahaan besar dan pemasok berskala lebih kecil di seluruh rantai pengembangan, pengujian, hingga produksi semikonduktor.

Pemerintah turut mengupayakan pengesahan Undang-Undang Kawasan Khusus Mega (Mega Special Zone Act) di parlemen dalam tahun ini guna mempercepat proses perizinan, evaluasi dampak lingkungan, serta pembangunan infrastruktur.

Dalam sambutan pembukanya —yang juga dihadiri oleh jajaran eksekutif senior Samsung Electronics dan SK—Presiden Lee mendesak Kementerian Pertahanan untuk memindahkan fungsi pangkalan udara militer di Gwangju pada pertengahan 2028. Pemindahan ini diperlukan untuk mempercepat pembangunan kompleks manufaktur semikonduktor yang direncanakan berada di lokasi tersebut.

Pemerintah telah menetapkan kawasan seluas 8,3 juta meter persegi itu sebagai calon kawasan industri nasional dan menargetkan relokasi serta pemindahan sementara fasilitas militer rampung pada paruh kedua tahun 2028.(*)

BACA JUGA: Won Terjun Bebas, Korea Selatan Terpaksa Tunda Investasi Raksasa Rp5.500 Triliun ke Amerika Serikat

Exit mobile version