Jernih.co

Lebih Besar dari Pemakaman Nasser hingga Mao, Jutaan Orang Antar Jenazah Khamenei ke Peristirahatan Terakhir

Jutaan warga memenuhi jalan-jalan Teheran untuk mengantarkan pemimpin Iran ke peristirahatan terakhir. Kerumunan yang nyaris tak berujung itu disebut sebagai salah satu prosesi pemakaman terbesar dalam sejarah modern.

WWW.JERNIH.CO – ​ Teheran berubah menjadi lautan manusia ketika jutaan warga Iran memadati jalan-jalan ibu kota untuk mengantarkan pemimpin tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei ke peristirahatan terakhir. Prosesi pemakaman yang berlangsung selama beberapa hari itu bukan hanya menjadi upacara kenegaraan, tetapi juga berubah menjadi demonstrasi kesedihan sekaligus simbol persatuan nasional di tengah situasi politik dan keamanan yang masih bergejolak.

Pemerintah Iran bahkan menyebutnya sebagai “pemakaman abad ini” dan memperkirakan jumlah pelayat mencapai antara 12 hingga 20 juta orang, angka yang apabila terealisasi akan menjadikannya salah satu prosesi pemakaman terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah modern.

Sejak dini hari, berbagai ruas jalan utama di Teheran dipenuhi warga yang datang dari seluruh penjuru Iran. Mereka membawa bendera nasional, spanduk penghormatan, hingga potret sang pemimpin.

Arus manusia membentang sepanjang rute prosesi yang mencapai sekitar 10 kilometer. Pemerintah Iran menyiapkan ribuan pos pelayanan, fasilitas logistik, serta pengaturan lalu lintas berskala besar untuk mengakomodasi jutaan orang yang datang secara bersamaan.

Besarnya jumlah massa membuat pemandangan dari udara memperlihatkan hampir seluruh jalan utama dipenuhi manusia tanpa celah. Banyak pelayat memilih berjalan kaki selama berjam-jam hanya untuk dapat menyaksikan iring-iringan jenazah. Di sepanjang perjalanan, relawan membagikan makanan, minuman, hingga layanan kesehatan guna membantu para pelayat yang bertahan di tengah cuaca panas.

Jika dibandingkan dengan berbagai pemakaman tokoh dunia lainnya, skala prosesi ini memang luar biasa. Namun sejarah masih mencatat pemakaman pendiri Republik Islam Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1989, sebagai salah satu yang paling fenomenal. Saat itu sekitar 10 juta orang memadati Teheran hingga peti jenazah sempat sulit dibawa menuju lokasi pemakaman akibat desakan massa yang luar biasa besar. Bahkan prosesi harus dihentikan sementara sebelum akhirnya dapat dilanjutkan.

Di luar Iran, beberapa pemakaman kenegaraan juga pernah mencatat kehadiran jutaan pelayat. Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser pada 1970 diperkirakan dihadiri sekitar lima juta orang. Sementara pemakaman Mao Zedong di China juga menarik jutaan warga yang datang memberikan penghormatan terakhir.

Fenomena kerumunan raksasa dalam pemakaman tokoh Iran sebenarnya bukan hal baru. Ketika Jenderal Qassem Soleimani tewas pada awal 2020, jutaan warga juga turun ke jalan dalam berbagai kota di Iran untuk mengikuti prosesi penghormatan terakhir. Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa pemakaman tokoh-tokoh penting di Iran sering kali berkembang menjadi momentum nasional yang menyatukan masyarakat dalam ekspresi duka sekaligus identitas politik dan keagamaan.

Di balik angka jutaan pelayat, prosesi pemakaman ini memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar upacara penghormatan. Bagi pemerintah Iran, kehadiran massa dalam jumlah sangat besar juga menjadi simbol legitimasi, solidaritas nasional, dan pesan kepada dunia bahwa negara tersebut tetap memiliki dukungan publik di tengah tekanan geopolitik.

Karena itu, pemakaman tersebut bukan hanya dikenang sebagai momen duka, tetapi juga sebagai salah satu demonstrasi massa terbesar yang pernah disaksikan dunia.(*)

BACA JUGA: Lautan Manusia di Kota Suci Irak, Prosesi Duka Pemakaman Ali Khamenei di Tengah Isyarat Perang Baru

Exit mobile version