JERNIH — Wajah pelayanan ibadah haji dunia resmi memasuki era baru yang serba digital. Usai sukses menutup rangkaian puncak ibadah haji 1447 H / 2026 M, Pemerintah Arab Saudi langsung tancap gas mengoptimalkan ekosistem kecerdasan buatan (AI) dan gerbang elektronik otomatis (e-gate) untuk mempercepat arus kepulangan jutaan jemaah dari berbagai belahan dunia agar tidak lagi terjebak dalam antrean imigrasi yang melelahkan.
Transformasi masif ini sengaja digenjot oleh Direktorat Jenderal Paspor Arab Saudi untuk memberikan jaminan keamanan tinggi sekaligus kenyamanan ekstra bagi para tamu Allah selama berada di terminal keberangkatan internasional.
Dilansir dari Saudi Gazette, Kamis (11/06/2026), Juru Bicara Direktorat Jenderal Paspor Arab Saudi, Mayor Nasser Al Otaibi, membeberkan sejumlah senjata teknologi utama yang dikerahkan di garda terdepan bandara. Petugas di lapangan kini dibekali perangkat genggam berbasis kecerdasan buatan yang mampu menerjemahkan 138 bahasa secara real-time. Alat ini memotong habis kendala bahasa (language barrier) saat memeriksa jemaah dari berbagai negara terpencil.
Ada juga gerbang elektronik otomatis. Sistem imigrasi mandiri ini mampu memverifikasi data paspor dan biometrik jemaah secara kilat tanpa mengurangi standar keamanan berlapis khas Kerajaan Arab Saudi. Guna memastikan pergerakan jemaah mengalir lancar, pos-pos pemeriksaan imigrasi digital ini dikawal oleh personel terlatih yang bersiaga penuh dalam skema operasional 24 jam.
Sadar bahwa sebagian besar jemaah haji dunia masuk dalam kategori lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas, otoritas Arab Saudi meluncurkan unit Mobile Counter. Fasilitas ini berupa perangkat imigrasi portabel berbasis solusi digital yang bisa menghampiri jemaah secara langsung.
Dengan mobile counter, kelompok jemaah rentan tidak perlu lagi berdiri mengantre dalam barisan panjang; mereka cukup duduk manis dan proses administrasi keberangkatan akan diselesaikan oleh petugas secara instan.
Indonesia Terapkan Sensor Iris Mata di Juanda
Menariknya, langkah digitalisasi ini langsung diimbangi secara linier oleh Pemerintah Indonesia dalam menyambut kepulangan jemaah di Tanah Air. Melansir data Himpuh News, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI kini mengaktifkan fasilitas Immigration Seamless Process Corridor Gate.
Setelah sukses diujicobakan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sistem sensor biometrik canggih ini resmi dioperasikan di Bandara Internasional Juanda, Jawa Timur, pada musim haji tahun ini.
“Teknologi ini memotong waktu pemeriksaan secara drastis. Jemaah haji cukup berjalan melintas dan biarkan sensor mendeteksi Iris (selaput pelangi mata) mereka. Jemaah tidak perlu lagi repot-repot mengeluarkan paspor fisik dari tas, namun akurasinya tetap terjaga berdasarkan asas prudent (kehati-hatian) yang ketat,” ungkap Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyambut kedatangan kloter perdana.
Sinergi teknologi tinggi antara Arab Saudi dan Indonesia ini menjadi bukti nyata bahwa manajemen haji modern kini bertumpu pada efisiensi. Inovasi sensor biometrik, otomatisasi gerbang, dan kecerdasan buatan sukses mengubah stigma “antrean haji yang melelahkan” menjadi perjalanan spiritual yang cepat, aman, dan memanusiakan jemaah.
