Keberhasilan menjadi runner-up ini bukan sekadar medali perak, melainkan fondasi kuat menuju target yang lebih besar, yaitu lolos ke Piala Dunia Futsal berikutnya.
WWW.JERNIH.CO – Perhelatan AFC Futsal Asian Cup 2026 di Jakarta baru saja usai, dan meski Timnas Futsal Indonesia harus merelakan gelar juara ke tangan raksasa Asia, Iran, lewat drama adu penalti, turnamen ini mencatatkan tinta emas yang tak terlupakan. Stadion Indonesia Arena menjadi saksi bisu bagaimana “Garuda Futsal” bertransformasi dari tim kuda hitam menjadi kekuatan utama yang sangat disegani di level benua.
Kekalahan 4-5 di babak adu penalti (setelah skor imbang 5-5 hingga babak tambahan waktu) memang terasa pahit, namun pencapaian ini adalah yang tertinggi dalam sejarah futsal tanah air.

Berikut adalah 10 catatan penting prestasi Timnas Futsal Indonesia selama ajang Piala Asia Futsal 2026:
1.Rekor Final Pertama dalam Sejarah
Sejak turnamen ini pertama kali digelar pada tahun 1999, Indonesia belum pernah sekalipun menembus partai puncak. Sebelum edisi 2026, prestasi terbaik Indonesia hanyalah mencapai perempat final (2022). Keberhasilan melaju ke final di rumah sendiri membuktikan bahwa level kompetisi domestik dan pembinaan nasional telah berada di jalur yang benar.
2. Memutus Dominasi “The Big Three” Asia
Selama dekade terakhir, futsal Asia didominasi oleh Iran, Jepang, dan Thailand. Namun, di edisi kali ini, Indonesia secara mengejutkan berhasil menumbangkan Jepang di semifinal dengan skor 5-3. Kemenangan atas juara bertahan edisi 2022 tersebut merupakan pernyataan tegas bahwa peta kekuatan futsal Asia telah bergeser.
3. Tampil Perkasa di Fase Grup
Sebagai tuan rumah yang berada di Grup A, Indonesia tampil sangat dominan. Tim asuhan Hector Souto menyapu kemenangan besar atas Korea Selatan (5-0) dan Kirgistan (5-3), serta bermain taktis saat menahan imbang Irak (1-1). Status sebagai juara grup memberikan kepercayaan diri yang luar biasa bagi para pemain.
4. Tembok Kokoh Indonesia Arena
Dukungan penuh dari ribuan suporter di Indonesia Arena menciptakan atmosfer yang mengintimidasi lawan. Sepanjang turnamen, pertahanan Indonesia yang digalang oleh Rizki Xavier dan kiper Ahmad Habiebie tampil sangat solid. Habiebie bahkan menjadi sorotan berkat serangkaian penyelamatan gemilang, termasuk saat menghadapi gempuran pemain-pemain kelas dunia dari Iran.
5. Kolektivitas Gol dan Ketajaman Israr Megantara
Indonesia tidak bergantung pada satu pemain saja. Namun, performa Israr Megantara sangat mencolok dengan raihan 5 gol, termasuk dua gol krusial di partai final. Efektivitas serangan balik cepat (counter-attack) menjadi senjata mematikan yang membuat lawan-lawan sekelas Vietnam dan Jepang kewalahan. Selain itu juga apresiasi pada kiper Ahmad Habibie yang juga meraih predikat kiper terbaik.
6. Taktik Modern ala Hector Souto
Pelatih asal Spanyol, Hector Souto, membawa perubahan fundamental dalam cara bermain Indonesia. Transisi dari bertahan ke menyerang yang sangat cepat serta kedisiplinan dalam rotasi pemain menjadi kunci utama. Souto berhasil menanamkan mentalitas juara sehingga Indonesia tidak lagi merasa rendah diri saat bertemu tim peringkat 10 besar dunia.
7. Memaksa Iran hingga Titik Darah Penghabisan
Iran adalah kolektor 13 gelar (sekarang 14) Piala Asia. Biasanya, tim-tim Asia Tenggara akan kalah dengan skor telak saat bertemu mereka. Namun, di final 2026, Indonesia mampu unggul lebih dulu dan memaksa skor imbang 5-5 hingga babak extra time. Kekalahan lewat adu penalti menunjukkan bahwa jarak kualitas antara Indonesia dan sang “Raja Asia” kini sangatlah tipis.
8. Peringkat Asia yang Meroket (Top 6 Asia)
Berkat kemenangan atas tim-tim berperingkat lebih tinggi seperti Jepang dan Vietnam, posisi Indonesia di peringkat Asia melonjak drastis. Indonesia kini mantap berada di jajaran 6 besar Asia, melewati beberapa negara mapan seperti Irak dan Australia, serta bersaing ketat dengan Uzbekistan dan Vietnam.
9. Lonjakan Signifikan di Peringkat Dunia (FIFA)
Sebelum turnamen, Indonesia berada di peringkat 24 dunia. Pasca kesuksesan menjadi runner-up di turnamen resmi dengan bobot poin tinggi ini, peringkat FIFA Indonesia diprediksi akan menembus Top 20 Dunia (di kisaran peringkat 18-19). Ini adalah peringkat tertinggi yang pernah dicapai Timnas Futsal Indonesia sepanjang sejarah.
10. Kebangkitan Antusiasme Publik
Piala Asia 2026 berhasil mencuri perhatian masyarakat luas, bahkan bersaing dengan popularitas sepak bola lapangan besar. Rating televisi yang tinggi dan tiket yang selalu habis terjual menandakan bahwa futsal telah menjadi olahraga industri yang sangat menjanjikan di Indonesia.(*)
BACA JUGA: Hector Souto sang Arsitek Timnas Futsal Indonesia