Skenario dramatis tersaji di pekan ke-34! Menghadapi laga pamungkas di GBLA yang angker, takdir juara ada di tangan Marc Klok cs. Mulai dari ketajaman lini belakang bentukan Bojan Hodak hingga kedewasaan Bobotoh.
WWW.JERNIH.CO – Bandung membiru. Cukup hasil imbang versus Persijap Jepara langsung membawa tim Maung ke juara Liga Super Indonesia. Musim 2025/2026 menjadi salah satu periode paling krusial sekaligus bersejarah bagi Pangeran Biru.
Berikut catatan khusus 10 hal yang perlu Anda tahu perjuangan Persib di musim ini;
Ambisi Rekor Hattrick Juara Pertama di Indonesia
Setelah berhasil mengunci gelar juara pada musim 2023/2024 dan 2024/2025, Persib Bandung berada di gerbang sejarah besar pada musim 2025/2026. Jika berhasil mengamankan posisi puncak di pekan terakhir kompetisi, Persib akan menjadi tim pertama dalam sejarah sepak bola modern Indonesia yang mampu merengkuh gelar juara liga tiga musim berturut-turut (hattrick).
Penentuan Gelar Juara yang Super Dramatis
Persaingan di musim 2025/2026 ini berjalan sangat ketat hingga pekan ke-34. Persib yang memimpin klasemen dengan 78 poin ditempel ketat oleh Borneo FC di posisi kedua dengan 76 poin. Penentuan takhta juara harus ditentukan lewat laga pamungkas yang mendebarkan, di mana Persib hanya membutuhkan hasil imbang melawan Persijap Jepara berkat keunggulan head-to-head.

Konsistensi di Bawah Asuhan Bojan Hodak
Keberhasilan Persib tampil stabil dalam tiga musim terakhir tidak lepas dari tangan dingin sang juru taktik asal Kroasia, Bojan Hodak. Pendekatan taktiknya yang pragmatis namun sangat efektif membuat Maung Bandung menjadi tim yang sangat sulit dikalahkan, baik di laga kandang maupun tandang.
Ketajaman Merata Tanpa Striker Dominan
Berbeda dengan musim-musim sebelumnya yang sangat bergantung pada sosok target man murni seperti era David da Silva, musim 2025/2026 memperlihatkan penyebaran gol yang sangat merata. Penyerang asal Prancis, Andrew Jung, memimpin produktivitas tim dengan koleksi 11 gol, disusul oleh penggawa lain seperti Uilliam Barros dan Ramon Tanque yang masing-masing mengemas 8 gol.
Kontribusi Gol dari Lini Kedua dan Pertahanan
Salah satu keunikan Persib musim ini adalah produktivitas lini tengah dan lini belakang mereka. Nama-nama seperti gelandang top Thom Haye dan Luciano Guaycochea, serta bek tangguh Federico Barba, masing-masing sukses menyumbang 5 gol. Skema bola mati dan tusukan dari lini kedua menjadi senjata rahasia Bojan Hodak yang sering memecah kebuntuan.
Menembus Panggung Internasional
Sebagai jawara bertahan domestik, Persib tidak hanya bertarung di level nasional pada musim 2025/2026, tetapi juga membawa nama Indonesia di ajang antarklub Asia, yaitu AFC Champions League Two (ACL 2). Ini menjadi pengalaman berharga sekaligus ajang pembuktian kualitas Maung Bandung di level kontinental.
Stadion GBLA yang Kembali Angker
Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dengan kapasitas 38.000 penonton kembali menjadi benteng pertahanan yang angker bagi lawan-lawan Persib. Dukungan penuh dari Bobotoh yang memenuhi stadion di laga-laga krusial terbukti memberikan suntikan motivasi luar biasa bagi Marc Klok dan kawan-kawan.
Kedewasaan Bobotoh dan Manajemen
Hubungan antara manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) dan suporter setia mereka, Bobotoh, semakin menunjukkan kedewasaan. Menjelang laga penentu juara, manajemen dan komunitas suporter secara aktif mengampanyekan regulasi untuk menjaga ketertiban, termasuk larangan turun ke lapangan (pitch invasion) demi menjaga nama baik klub.
Rencana Pawai Juara Bersejarah dengan Rute Baru
Jika berhasil mengunci gelar juara di akhir musim 2025/2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan pesta rakyat dan konvoi kemenangan yang unik. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang berpusat di Gedung Sate, rute pawai kali ini akan melintasi titik-titik bersejarah Kota Bandung—seperti Patung Ajat dan Titik Nol Kilometer—dan berakhir di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika.
Menuju Bintang Kedua di Era Profesional
Secara total sejarah sejak era amatir (Perserikatan), Persib telah mengoleksi 9 gelar juara. Jika trofi musim 2025/2026 ini berhasil dibawa pulang ke Kota Kembang, maka Persib resmi menggenapkan koleksi mereka menjadi 10 gelar juara sepanjang sejarah—sebuah pencapaian fantastis yang menegaskan status mereka sebagai salah satu kiblat sepak bola Indonesia.(*)
BACA JUGA: Gurita Bisnis City Football Group Melirik Persib Bandung