Jernih.co

[JERNIH PIALA DUNIA 2026] Ini Dia 4 Korban Regulasi 48 Tim

Menempati peringkat ketiga fase grup kini tak lagi menjamin tiket aman ke babak 32 besar. Mereka harus menunggu total nilai dari tim-tim dari grup lain.

WWW.JERNIH.CO –  Skenario aturan FIFA terbaru dengan 48 tim menyisakan pil pahit bagi 4 tim urutan tiga yang kalah poin dengan 8 tim urutan tiga lainnya.

Dari hasil akhir fase grup, empat negara peringkat 3 yang gagal melaju ke babak 32 besar adalah Iran, Korea Selatan, Skotlandia, dan Uruguay.

Iran (Grup G)

Iran finis di peringkat ketiga Grup G dengan mengemas 3 poin. Ironisnya, mereka gagal meraih satu pun kemenangan dan mengumpulkan poin hanya dari tiga hasil imbang beruntun (selisih gol 0, memasukkan 3, kemasukan 3).

Kegagalan Iran melaju ke babak 32 besar disebabkan oleh minimnya agresivitas kemenangan. Berdasarkan regulasi klasemen peringkat tiga terbaik, torehan 3 poin tanpa satu pun kemenangan membuat posisi mereka dengan mudah digeser oleh negara-negara peringkat tiga dari grup lain yang berhasil mengemas minimal 4 poin (seperti DR Kongo, Swedia, Ghana, atau Ekuador).

Andaikan gol Iran ke gawang Mesir di laga terakhir tak dianulir gara-gara hanya selisih setengah kaki dan dianggap offside, Iran sudah melenggang ke 32 besar.

Sepanjang sejarah sepak bola, Iran telah lolos ke putaran final Piala Dunia sebanyak 6 kali sebelum edisi 2026 (1978, 1998, 2006, 2014, 2018, dan 2022). Tragisnya, Team Melli memiliki rekor kelam di mana mereka belum pernah sekalipun berhasil lolos dari fase grup sepanjang keikutsertaan mereka tersebut.

Korea Selatan (Grup A)

Korea Selatan menduduki urutan ketiga di Grup A dengan raihan 3 poin hasil dari 1 kemenangan dan 2 kekalahan. Nasib buruk menimpa Taeguk Warriors karena produktivitas dan pertahanan mereka yang kurang seimbang. Mereka finis dengan selisih gol -1 (memasukkan 2, kemasukan 3). Ketika diadu dalam klasemen khusus peringkat ketiga, defisit selisih gol ini menjadi batu sandungan yang membuat mereka terlempar ke posisi ke-10, tepat di bawah Iran, sehingga harus angkat koper lebih awal.

Korea Selatan merupakan negara Asia dengan rekor partisipasi Piala Dunia paling mentereng. Sebelum edisi ini, mereka sudah tampil sebanyak 11 kali. Pencapaian monumental mereka terjadi pada edisi 2002 saat menjadi semifinalis (peringkat 4) ketika bertindak sebagai tuan rumah bersama Jepang. Mereka juga sukses melaju ke babak 16 besar pada edisi 2010 di Afrika Selatan dan edisi 2022 di Qatar.

Skotlandia (Grup C)

Skotlandia menyelesaikan fase grup dengan duduk di posisi ketiga Grup C setelah mengoleksi 3 poin dari 1 kemenangan dan 2 kekalahan. Masalah utama Skotlandia terletak pada rapuhnya lini belakang mereka saat menghadapi tim besar seperti Brasil dan Maroko. Skotlandia mencatatkan selisih gol -3 (memasukkan 1, kemasukan 4). Selisih gol yang minus terlalu banyak ini membuat mereka tidak mampu bersaing dengan perwakilan peringkat tiga lainnya yang memiliki statistik selisih gol jauh lebih sehat.

Skotlandia merupakan salah satu negara Eropa dengan sejarah panjang di turnamen ini, tercatat telah berpartisipasi sebanyak 8 kali (1954, 1958, 1974, 1978, 1982, 1986, 1990, 1998) sebelum tahun 2026. Mirip dengan Iran, Skotlandia memegang catatan rekor kurang mengesankan karena selalu kandas di babak pertama atau fase grup dalam seluruh 8 edisi yang mereka ikuti tersebut.

Uruguay (Grup H)

Kegagalan Uruguay menjadi kejutan terbesar dalam turnamen ini. Menghuni Grup H yang sangat ketat, La Celeste hanya mampu mengumpulkan 2 poin dari 3 pertandingan hasil dari dua kali imbang dan satu kekalahan. Dengan selisih gol -1 (memasukkan 3, kemasukan 4), Uruguay otomatis menjadi tim peringkat tiga dengan poin paling rendah di antara grup lainnya. Kegagalan memetik satu pun kemenangan di fase grup menjadi alasan mutlak mengapa raksasa Amerika Selatan ini gagal menembus babak 32 besar.

Uruguay adalah salah satu kekuatan tradisional sepak bola dunia dengan total 14 kali penampilan sebelum edisi 2026. Mereka merupakan sejarah hidup turnamen ini dengan status Juara Dunia 2 kali, yakni pada edisi perdana tahun 1930 (sebagai tuan rumah) dan edisi 1950 di Brasil (terkenal dengan tragedi Maracanazo). Di era modern, prestasi terbaik mereka adalah meraih peringkat ke-4 pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.(*)

BACA JUGA: [JERNIH PIALA DUNIA 2026] Ini Dia 8 Negara Urutan 3 yang Lolos 32 Besar

Exit mobile version