Usai pesta arak-arakan meraih juara La Liga, Barcelona tumbang ditekuk Deportivo Alaves. Ambisi raih poin top yakni 100 hilang diganjal tim urutan 15 La Liga.
WWW.JERNIH.CO – Pesta pora tak berumur panjang. Ini sebuah kejutan, kisah pemilik tahta dihajar usai berpesta. Di pekan ke-36 La Liga musim 2025/2026. FC Barcelona, yang baru saja merayakan gelar juara liga mereka, harus menelan pil pahit saat bertandang ke Stadion Mendizorrotza, markas Deportivo Alaves.
Bermain di hadapan pendukung lawan pada Rabu, 13 Mei 2026, Blaugrana dipaksa menyerah dengan skor tipis 1-0. Kekalahan ini menutup ambisi besar skuad Hansi Flick untuk mencatatkan sejarah baru di Liga Spanyol.
Kekalahan ini dipicu oleh dua faktor utama: rotasi pemain yang ekstrem dan motivasi tinggi lawan. Hansi Flick membuat keputusan berisiko dengan melakukan delapan perubahan pada susunan pemain intinya dibandingkan saat melawan Real Madrid di laga sebelumnya. Nama-nama seperti Wojciech Szczesny, Marcus Rashford, hingga bek muda Alvaro Cortes turun sejak awal, namun koordinasi antarlini tampak rapuh.

Di sisi lain, Alaves bermain dengan semangat “hidup mati”. Berada di ambang zona degradasi membuat setiap jengkal lapangan diperjuangkan oleh anak asuh Quique Sanchez Flores. Mereka tidak gentar menghadapi status Barcelona sebagai juara bertahan dan memanfaatkan ketidaksiapan fisik serta mental para pemain pelapis Barca yang tampil kurang menggigit.
BACA JUGA: Barcelona Gunduli Real Madrid Berpotensi Raih 100 Poin
Alaves menggunakan blok pertahanan rendah yang sangat disiplin dan mengandalkan serangan balik cepat. Mereka sengaja membiarkan Barcelona menguasai bola, namun menutup ruang di sepertiga akhir lapangan dengan sangat rapat.
Sementara di Barcelona, Flick tetap mengusung garis pertahanan tinggi dan tekanan intens (high pressing). Namun, tanpa ritme dari pemain kunci yang diistirahatkan, aliran bola mereka menjadi lambat dan mudah terbaca oleh pertahanan Alaves.
Gol kemenangan tuan rumah tercipta sesaat sebelum babak pertama usai, tepatnya pada menit ke-45+1. Alaves melakukan serangan balik dari sisi sayap melalui umpan matang Antonio Blanco.
Penyerang Alaves, Ibrahim Diabate, memenangkan duel fisik yang cukup keras dengan gelandang muda Barca, Marc Bernal. Diabate yang mendapatkan ruang tembak langsung melepaskan tendangan voli menyilang yang sangat akurat.
Bola meluncur deras ke pojok gawang tanpa mampu dijangkau oleh kiper Wojciech Szczesny. Skor 1-0 bertahan hingga peluit akhir.
Kekalahan ini secara resmi menutup peluang Barcelona untuk meraih 100 poin di akhir musim, sebuah target yang sebelumnya disuarakan dengan lantang oleh Robert Lewandowski. Striker asal Polandia tersebut berharap Barca bisa menyamai rekor poin tertinggi milik Real Madrid (2012) dan Barcelona era Tito Vilanova (2013). Dengan sisa dua pertandingan lagi, poin maksimal yang bisa diraih Barca kini hanya 97 (saat ini 91 poin dari 36 laga).
Usai pertandingan, Hansi Flick menunjukkan sikap yang suportif namun jujur. Ia mengakui bahwa rotasi yang dilakukannya berdampak pada efektivitas serangan tim.
“Di babak pertama, kami tidak bermain sesuai keinginan kami. Namun di babak kedua, kami jauh lebih baik, menciptakan ruang, dan mencoba segalanya. Alaves bertahan dengan sangat luar biasa hari ini. Kami bangga dengan musim ini, tapi kekalahan ini menjadi pengingat bahwa kami harus tetap menjaga intensitas di setiap laga,” ujar Flick.
Bagi Alaves, kemenangan ini adalah napas tambahan yang sangat berharga untuk tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Spanyol.(*)
BACA JUGA: Lamine Yamal, Bendera Palestina, dan Ketakutan Ben-Gvir