Site icon Jernih.co

Gaungkan Gerakan Locavore, Konsumsi Produk Lokal Kunci Sehat dan Ekonomi Kuat

Gaya hidup sehat kini tidak lagi hanya soal ‘apa’ yang kita makan, tetapi juga ‘dari mana’ makanan itu berasal. Belakangan, istilah Locavore mulai populer. Locavore adalah sebutan bagi orang-orang yang memilih untuk mengonsumsi makanan yang diproduksi secara lokal—biasanya dalam radius jarak tertentu dari tempat tinggal mereka.

LOCAVORE jika memungkinkan, mengandalkan daging, telur, dan produk makanan lainnya dari sumber lokal. Selain memperkuat ekonomi kerakyatan, beralih ke pola makan lokal ternyata membawa dampak luar biasa bagi kesehatan tubuh.

Membelanjakan uang untuk makanan yang bersumber dari lokal memiliki banyak manfaat, termasuk menjaga sumber daya tetap berada dalam perekonomian komunitas, membantu lingkungan, dan mengurangi jejak karbon. Sebagai bonus, mengonsumsi makanan yang bersumber dari lokal memiliki manfaat kesehatan dan kesejahteraan.

Setidaknya ada lima alasan ilmiah mengapa Anda harus mempertimbangkan untuk bergabung dalam gerakan Locavore:

1. Korelasi Langsung: Makanan Lokal, Tubuh Lebih Sehat

Sejumlah studi menunjukkan bahwa ketersediaan pangan lokal berbanding lurus dengan tingkat kesehatan masyarakat. Penelitian di Amerika Serikat yang diterbitkan dalam Journal of Rural Health pada 2011 menunjukkan bahwa masyarakat yang tinggal di area dengan akses pangan lokal yang mudah memiliki tingkat obesitas, diabetes, dan angka kematian yang jauh lebih rendah.

Bahkan, diperkirakan setiap peningkatan belanja per kapita untuk buah dan sayur lokal sebesar USD 100, mampu menekan angka obesitas daerah sebesar 1,1% dan diabetes sebesar 1,3%.

Dalam sebuah makalah yang diterbitkan di Economics and Human Biology pada 2012, Dr. Matthew J. Salois, mengutip Huff Post, memperkirakan bahwa untuk setiap peningkatan $100 dalam pengeluaran per kapita untuk buah dan sayuran yang bersumber dari lokal, dapat mendorong penurunan 1,1 persen pada tingkat obesitas di daerah tersebut dan penurunan 1,3 persen pada tingkat diabetes di daerah tersebut.

2. Nutrisi Maksimal: Segar dari Pohon, Bukan dari Gudang

Banyak buah dan sayur di supermarket besar telah menempuh perjalanan berhari-hari bahkan berminggu-minggu sebelum sampai ke piring Anda. Jeda waktu antara panen dan konsumsi ini mengakibatkan penurunan kualitas nutrisi secara signifikan.

Meskipun makanan itu sendiri mungkin tidak selalu memiliki nilai kesehatan yang lebih tinggi, Anda kemungkinan akan mendapatkan lebih banyak manfaat nutrisi karena mengonsumsinya lebih dekat dengan waktu panennya.

Ketika kita memanen, mengemas, dan mengirimkan makanan ke seluruh negeri, berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu dapat berlalu sebelum makanan tersebut muncul di rak toko bahan makanan Anda.

Keterlambatan antara waktu panen dan waktu konsumsi mengakibatkan penurunan kualitas nutrisi makanan, seperti ditunjukkan Profesor Gareth Edward-Jones dalam sebuah studi tahun 2010 yang diterbitkan dalam Proceedings of the Nutrition Society.

Dengan menjadi Locavore, Anda mengonsumsi hasil bumi yang baru saja dipanen. Hasilnya? Kandungan vitamin tetap utuh, nutrisi maksimal, dan tentu saja, rasanya jauh lebih lezat dan segar.

3. Bebas Pengawet Kimia

Untuk memastikan produk tetap terlihat “segar” setelah perjalanan panjang lintas pulau atau negara, produsen sering kali melapisi buah dan sayur dengan bahan pengawet kimia.

Banyak buah dan sayuran di toko telah menempuh perjalanan jauh. Hal ini terutama berlaku untuk buah dan sayuran di luar musim. Untuk memastikan produk tetap “segar” hingga sampai ke meja Anda, produsen makanan melapisi produk dengan bahan pengawet kimia.

Hasil bumi lokal memiliki rantai distribusi yang pendek, sehingga tidak membutuhkan zat-zat non-alami tersebut. Karena masa simpannya lebih pendek, buah dan sayuran tersebut perlu dikonsumsi segera setelah dipanen. Produk organik lokal adalah pilihan terbaik bagi Anda yang ingin menghindari paparan bahan kimia pada makanan keluarga.

Selain itu, jika mengunjungi pasar petani atau langsung pergi ke pertanian setempat, Anda dapat bertanya kepada orang yang menanam produk tersebut apakah produk tersebut telah diberi pengawet atau bahan kimia lainnya.

4. Diet yang Lebih Beragam dan Kaya Fitokimia

Menjadi Locavore berarti Anda makan mengikuti musim mengandalkan petani lokal. Ini berarti Anda hanya akan dapat membeli buah dan sayuran musiman. Menu akan bervariasi sepanjang tahun mengikuti apa yang sedang panen di daerah Anda.

Variasi ini justru sangat sehat bagi tubuh karena setiap jenis buah dan sayur memiliki phytochemicals dan antioksidan yang berbeda. Keragaman nutrisi ini sangat krusial bagi mereka yang menjalani diet khusus, seperti vegetarian atau penderita intoleransi gluten.

5. Kekuatan Kebun Komunitas: Pendorong Konsumsi Sayur

Bergabung dalam kebun komunitas atau membeli langsung dari petani lokal terbukti meningkatkan nafsu makan terhadap sayur dan buah. Dalam sebuah studi yang diterbitkan di Journal of Nutrition Education and Behavior , Dr. Katherine Alaimo mengungkapkan bahwa rumah tangga di mana satu atau lebih anggota keluarga berpartisipasi dalam kebun komunitas 3,5 kali lebih mungkin mengonsumsi setidaknya lima porsi buah dan sayuran setiap hari.

Studi lain, yang diterbitkan oleh Dr. Jill Litt dari Colorado School of Public Health, memiliki temuan serupa. Studi Dr. Litt menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen pekebun komunitas memenuhi rekomendasi konsumsi harian buah dan sayuran nasional, sementara hanya 25 persen dari mereka yang bukan pekebun dapat mengatakan hal yang sama.

Selain itu, berkebun dan berinteraksi dengan petani lokal juga meningkatkan kesehatan mental dan keseimbangan emosional dibandingkan mereka yang tidak terlibat sama sekali dengan proses produksi pangannya.

Mengapa Memilih Produk Lokal?

KeunggulanPenjelasan Ilmiah
NutrisiKandungan vitamin lebih tinggi karena waktu panen ke konsumsi lebih singkat.
KeamananMeminimalisir penggunaan pengawet kimia untuk pengiriman jarak jauh.
LingkunganMenurunkan jejak karbon karena memangkas rantai distribusi dan transportasi.
EkonomiMemastikan perputaran uang tetap berada di komunitas petani daerah sendiri.
Exit mobile version