Lahir di Kanada, berdarah Maroko, dan besar di India. Nora Fatehi kembali guncang panggung FIFA lewat aksi panggungnya yang magis. Intip perjalanan karier dan alasan mengapa ia jadi anak emas Piala Dunia!
WWW.JERNIH.CO – Jika di Meksiko ada Shakira, maka di Kanada ada Nora Fatehi. Performa energinya berhasil memukau jutaan pasang mata saat ia kembali dipercaya untuk memeriahkan upacara pembukaan Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Toronto, Kanada.
Kehadirannya di ajang sepak bola terbesar jagat raya ini mempertegas posisinya sebagai ikon global yang mampu menyatukan berbagai belahan budaya lewat musik dan tarian.
Nora Fatehi adalah seorang penari, aktris, model, dan penyanyi multitalenta kelahiran 6 Februari 1992. Lahir dan dibesarkan di Toronto, Kanada, ia tumbuh dalam keluarga imigran berdarah Maroko. Meskipun berpaspor Kanada dan memiliki akar Afrika Utara, takdir membawa kariernya bersinar terang di Asia, tepatnya di industri hiburan India (Bollywood).
Nora memutuskan merantau ke Mumbai belasan tahun lalu demi mengejar mimpinya. Memulai semuanya dari nol tanpa relasi, ia sempat menghadapi kerasnya persaingan industri. Namun, lewat dedikasi tinggi serta kemampuan menari di atas rata-rata—terutama keahliannya dalam belly dancing dan tarian kontemporer—ia sukses menaklukkan Bollywood dan kini menganggap dirinya sebagai “orang India di dalam hati.”
Nama Nora Fatehi meledak secara global pada tahun 2018 lewat penampilannya di video musik “Dilbar”. Lagu tersebut mencetak sejarah sebagai lagu India pertama yang melampaui satu miliar penonton di YouTube. Sejak saat itu, ia menjadi jaminan viral bagi setiap lagu yang menampilkan aksinya, seperti “O Saki O Saki”, “Kamariya”, dan “Dance Meri Rani”.

Selain di dunia tari, Nora juga melebarkan sayapnya sebagai aktris lewat film “Street Dancer 3D” (2020) dan dipercaya menjadi juri di berbagai ajang pencarian bakat bergengsi di India, seperti Dance Deewane Juniors dan Jhalak Dikhhla Jaa. Keberhasilannya menjembatani musik Timur Tengah, ketukan Afrika, dan koreografi Bollywood membuatnya meraih penghargaan internasional, termasuk International Star Award.
Puncak pengakuan globalnya terjadi saat FIFA pertama kali menggaetnya untuk menyanyikan lagu tema “Light The Sky” serta tampil memukau pada upacara penutupan Piala Dunia 2022 di Qatar.
Pada gelaran Piala Dunia 2026 yang diselenggarakan di tiga negara (AS, Meksiko, dan Kanada), Nora Fatehi memegang peran yang sangat emosional. Ia dipilih sebagai salah satu pengisi acara utama dalam upacara pembukaan megah yang berlangsung di Toronto, kota kelahirannya sendiri. Tak hanya menari, ia juga meluncurkan lagu kolaborasi proyek resmi FIFA bertajuk “Siir Siir” bersama produser musik Sanjoy dan penyanyi Prancis, Vegedream.
Ada beberapa alasan kuat mengapa FIFA kembali mempercayakan panggung megah ini kepada Nora Fatehi. Piala Dunia 2026 mengusung tema keberagaman dan persatuan. Nora adalah perwujudan hidup dari tema tersebut. Ia berdarah Maroko (Afrika), lahir di Kanada (Amerika Utara), dan meraih popularitas masif di India (Asia).
Dengan puluhan juta pengikut setia di media sosial, Nora memiliki daya pikat magnetis yang mampu menarik audiens muda lintas negara, selaras dengan target FIFA untuk memperluas jangkauan hiburan sepak bola.
Selain itu FIFA membutuhkan penampil yang tidak hanya bernyanyi, tetapi juga mampu menguasai stadion lewat aksi panggung yang teatrikal dan penuh energi. Pengalaman Nora dalam mengoreografi penampilan berskala besar menjadi nilai plus yang tak terbantahkan.(*)
BACA JUGA: [JERNIH PIALA DUNIA 2026] 5 Rahasia Unik di Balik Penampilan Ikonik Shakira