Jernih.co

Juru Kunci Heidenheim Nyaris Pecundangi Bayern

Allianz Arena yang angkuh hampir menjadi kuburan bagi sang juara bertahan di tangan tim ‘pesakitan’ penghuni dasar klasemen. Untung ada dewi fortuna.

WWW.JERNIH.CO –  Bayern, yang sudah mengunci gelar juara liga, nyaris dipermalukan oleh tim yang sedang berjuang di zona degradasi. Drama enam gol ini berakhir dengan skor imbang 3-3, sebuah hasil yang terasa seperti kekalahan bagi tim tamu.

Heidenheim datang ke Munich dengan status sebagai penghuni peringkat ke-18 alias juru kunci klasemen. Namun, mereka menunjukkan kecerdikan taktis yang luar biasa di bawah tekanan.

 Strategi mereka sangat jelas: membiarkan Bayern menguasai bola, lalu menghukum mereka lewat serangan balik kilat dan efektivitas bola mati.

Kecerdikan Heidenheim terlihat pada eksploitasi mereka terhadap lini pertahanan Bayern yang tampak lengah karena melakukan rotasi pemain besar-besaran (tujuh perubahan pemain demi menghadapi PSG di Liga Champions). Marnon Busch menjadi motor serangan dengan umpan-umpan akuratnya yang membelah pertahanan tuan rumah.

Pertandingan dimulai dengan kejutan besar bagi fans Die Roten. Di menit ke-22 Budu Zivzivadze membuka keunggulan Heidenheim. Berawal dari sapuan korner yang tidak sempurna, Marnon Busch mengirimkan umpan lambung yang diselesaikan Zivzivadze dengan sentuhan insting melewati kiper Jonas Urbig.

Berselang sembilang menit kemudian Allianz Arena dibuat kaget. Menit ke-31 Heidenheim menggandakan keunggulan melalui Eren Dinkçi. Lagi-lagi umpan Busch yang melengkung indah di belakang Jonathan Tah berhasil dikejar Dinkçi, yang kemudian mengecoh kiper dan menceploskan bola ke gawang kosong.

Bayern merespons sebelum jeda. Leon Goretzka mencetak gol indah melalui tendangan bebas yang menghujam pojok atas gawang Diant Ramaj. Saat turun minum Bayern ketinggalan 1-2.

Goretzka kembali mencatatkan namanya di papan skor. Ia memaksimalkan umpan korner dari Michael Olise untuk menyamakan kedudukan.

Namun saat Bayern tampak akan membalikkan keadaan, Heidenheim justru mencuri gol lagi. Budu Zivzivadze mencetak gol keduanya setelah mengecoh Olise dan melepaskan tembakan melengkung ke tiang jauh.

Assist ini diberikan oleh Arijon Ibrahimović, pemain pinjaman Bayern yang justru “menyakiti” klub induknya.

Kemenangan bersejarah Heidenheim di depan mata sirna pada detik-detik terakhir. Memasuki menit ke-100 (90+10′), Bayern terus menggempur habis-habisan.

Penentu hasil imbang bagi Bayern adalah Michael Olise. Pemain sayap ini melepaskan tembakan spekulasi yang membentur tiang gawang, namun bola justru memantul mengenai punggung kiper Heidenheim, Diant Ramaj, dan bergulir masuk ke gawang sendiri. Gol ini dicatat sebagai gol bunuh diri (own goal) oleh Ramaj, namun aksi individual Olise-lah yang memaksa terjadinya kemelut tersebut.

Meskipun Heidenheim berhasil mencuri satu poin dari kandang raksasa, hasil ini terasa pahit karena mereka tetap terpuruk di dasar klasemen dan terancam degradasi. Bagi Bayern, ini menjadi peringatan keras bagi pertahanan mereka yang kebobolan 11 gol dalam tiga laga terakhir sebelum menjamu PSG di semifinal Liga Champions.(*)

BACA JUGA: Tragedi 5-4 di Parc des Princes, Bayern Menguasai Bola, PSG Menguasai Nyawa

Exit mobile version