Era baru Les Bleus resmi dimulai! FFF menunjuk Zinedine Zidane sebagai pelatih baru timnas Prancis hingga 2030 menggantikan Didier Deschamps. Mampukah sang maestro mengulang kejayaan dan membawa pulang trofi Euro 2028?
WWW.JERNIH.CO – Era baru sepak bola Prancis secara resmi dimulai setelah Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengonfirmasi penunjukan legenda hidup Les Bleus, Zinedine Zidane, sebagai pelatih kepala tim nasional Prancis yang baru. Langkah ini diambil untuk mengisi kursi kepelatihan yang ditinggalkan oleh Didier Deschamps seusai gelaran Piala Dunia 2026.
Penunjukan tersebut sekaligus memungkas rumor panjang yang berhembus dalam beberapa tahun terakhir mengenai kepulangan sang maestro ke panggung internasional, di mana Zidane menandatangani kontrak berdurasi empat tahun hingga tahun 2030.
Keputusan ini menandai berakhirnya masa pengabdian fantastis Didier Deschamps selama 14 tahun dari tahun 2012 hingga 2026. Di bawah arahan Deschamps, Prancis kembali menjelma menjadi salah satu kekuatan paling ditakuti di jagat sepak bola dunia.
Deretan prestasi emas berhasil dipersembahkan, antara lain trofi Juara Piala Dunia 2018 di Rusia, runner-up Piala Dunia 2022 di Qatar, Juara UEFA Nations League 2021, serta runner-up Euro 2016. Selama masa kepemimpinannya, Deschamps sukses membangun pondasi ketahanan mental, kedisiplinan taktik, dan stabilitas ruang ganti yang menjaga konsistensi Prancis di papan atas kompetisi global.
Kini, tongkat estafet beralih ke tangan Zinedine Zidane yang memiliki rekam jejak manajerial sangat spektakuler meskipun sebelumnya hanya terfokus di Real Madrid. Pria yang akrab disapa Zizou ini mengukir sejarah langka dalam sepak bola modern dengan membawa Real Madrid meraih tiga gelar Liga Champions UEFA secara berturut-turut pada tahun 2016, 2017, dan 2018. Selain itu, koleksi trofinya diperkaya dengan dua gelar Juara La Liga (2016/17 dan 2019/20), dua Piala Super UEFA, serta dua Piala Dunia Antarklub FIFA. Pencapaian ini membuktikan kapasitas Zidane dalam mengelola skuad bertabur bintang dunia sekaligus menghadirkan trofi di panggung tertinggi.
Meskipun Deschamps dan Zidane merupakan bagian dari generasi emas Prancis saat menjuarai Piala Dunia 1998 dan Euro 2000, keduanya memiliki filosofi kepelatihan dengan karakter yang cukup kontras. Deschamps dikenal dengan pendekatan yang pragmatis, mengutamakan efisiensi, organisasi pertahanan kokoh, dan transisi cepat.
Dalam hal pengelolaan tim, Deschamps sangat berorientasi pada kolektivitas, disiplin tinggi, serta pengendalian risiko. Sebaliknya, Zidane cenderung menerapkan gaya permainan yang fleksibel dan menyerang dengan memberikan kebebasan berkreasi pada lini depan. Pendekatan manajerial Zidane berfokus pada pendekatan emosional, karisma, kepercayaan diri, serta pemanfaatan potensi kualitatif individu pemain bintangnya.
Memasuki babak baru ini, tugas berat telah menanti Zidane untuk mempertahankan tradisi juara timnas Prancis. Salah satu target utamanya adalah memaksimalkan potensi bakat-bakat segar seperti Kylian Mbappé, Michael Olise, Bradley Barcola, hingga Warren Zaïre-Emery.
Selain memastikan transisi tim berjalan mulus menuju siklus Kualifikasi Piala Dunia 2030, Zidane juga dibebani target besar untuk menjuarai Euro 2028 demi mengembalikan trofi Kejuaraan Eropa ke bumi Prancis setelah terakhir kali diraih pada tahun 2000 saat ia masih aktif bertanding sebagai pemain.(*)
BACA JUGA: Zinedine Zidane Bakal Jadi Pelatih Timnas Prancis
