Site icon Jernih.co

Veda Pratama Tembus 8 Besar Moto3 Italia Setelah Libas 17 Lap Penuh Drama

Memulai start dari barisan tengah tak menciutkan mental rider muda Indonesia, Veda Ega Pratama. Sempat tercecer ke posisi 16 akibat ketatnya persaingan slipstream, pembalap asal Gunungkidul ini sukses melakukan comeback fantastis di Moto3 Mugello 2026.

WWW.JERNIH.CO –  Seri Moto3 Italia 2026 yang berlangsung di Sirkuit Mugello pada hari Minggu, 31 Mei 2026, Veda Ega Pratama sukses mencuri perhatian publik internasional lewat aksi comeback dan daya juangnya yang luar biasa.

Balapan sepanjang 17 lap tersebut berlangsung sangat dinamis, penuh drama, dan menjadi salah satu ujian terberat bagi pembalap debutan (rookie) dari Honda Team Asia tersebut.

Sebelum balapan dimulai, jalannya akhir pekan Veda di Mugello sudah diwarnai dengan kerja keras. Melewati sesi latihan bebas (Free Practice) yang ketat, pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta ini berhasil lolos langsung ke babak kualifikasi kedua (Q2) dan mengamankan posisi start ke-13 (beberapa catatan start berada di grid ke-12 karena mundurnya pemegang pole position awal, David Almansa, akibat sakit).

Begitu lampu hijau menyala, Veda langsung melakukan start yang sangat impresif. Mengandalkan insting agresifnya, ia melesat ke barisan depan dan langsung merangsek naik enam posisi untuk mengamankan tempat ke-6 di putaran pertama. Manuver ini membuktikan kapasitasnya sebagai pembalap muda yang berani mengambil risiko demi berada di kelompok utama.

Salah satu sorotan utama dalam balapan di Mugello adalah persaingan regional yang panas di sirkuit Eropa. Pesaing beratnya asal Malaysia, Hakim Danish (MT Helmets), mendapatkan keuntungan besar dengan mewarisi posisi start terdepan (pole position) akibat absennya Almansa.

Berbeda dengan Veda yang harus berjuang merangkak dari barisan tengah, Hakim Danish mampu memanfaatkan keuntungan start-nya untuk secara konsisten bersaing ketat menjaga ritme di grup depan.

Veda sempat berhasil mengejar kelompok terdepan pada lap-lap akhir dan bahkan terlibat aksi saling salip yang menegangkan dengan rider Malaysia tersebut pada lap ke-15.

Kendati demikian, menjelang garis finis, Hakim Danish berhasil mengamankan podium ketiga (P3), sementara Veda harus puas menyelesaikan balapan di posisi ke-8 dengan selisih waktu tipis hanya 1,081 detik dari sang pemenang lomba, Brian Uriarte.

Sebagai pembalap pendatang baru, Sirkuit Mugello memberikan tantangan teknis yang sangat kompleks bagi Veda. Karakteristik Mugello yang memiliki trek lurus sepanjang lebih dari 1 km memaksa para pembalap Moto3 bergerombol untuk mencari slipstream. Akibat rombongan yang terlalu rapat, posisi Veda sempat melorot drastis ke urutan 16 pada lap ke-4 karena terhimpit pembalap lain.

Tikungan cepat dan tricky seperti Casanova-Savelli dan Arrabiata menuntut konsentrasi tinggi serta penataan jalur balap  yang sempurna. Kehilangan momentum sedikit saja di tikungan-tikungan ini membuat pembalap mudah diovertake oleh kelompok di belakangnya.

Meski finis di posisi ke-8, Veda Ega Pratama berhasil membawa pulang tambahan 8 poin krusial. Saat ini, Veda mengoleksi total 66 poin dan berhasil mempertahankan posisinya di peringkat 5 besar klasemen sementara Moto3 musim 2026.

Di klasemen umum, ia berada tepat di bawah pemenang GP Italia, Brian Uriarte, yang mengantongi 67 poin. Sementara itu, posisi puncak klasemen masih dipegang kokoh oleh Maximo Quiles dengan raihan 145 poin.

Hasil di Italia ini sekaligus menempatkan Veda di peringkat kedua pada klasemen sementara Rookie of the Year, hanya selisih 1 angka dari Uriarte. Perjuangan konsisten di sirkuit legendaris Eropa ini menjadi modal berharga bagi Veda untuk menatap seri-seri balap berikutnya di musim 2026.(*)

BACA JUGA: Rahasia Epic Comeback Veda Pratama di Catalunya, Tembus Posisi 8 dari Grid Belakang

Exit mobile version