Site icon Jernih.co

Bintang NFL Azeez al-Shaair Kembali Kenakan Eye Black Bertuliskan ‘Hentikan Genosida’

Al-Shaair mengungkapkan bahwa ia sadar akan konsekuensi finansialnya, bahkan ia telah diperingatkan akan dikeluarkan dari lapangan jika nekat memakainya saat bertanding. Namun, ia justru mempertanyakan konsistensi liga.

JERNIHLinebacker Houston Texans, Azeez Al-Shaair, membuktikan bahwa nurani tidak bisa dibeli dengan uang. Meski baru saja dijatuhi denda sebesar 11.593 dolar AS (sekitar Rp180,8 juta), Al-Shaair kembali terlihat mengenakan pesan “Stop the Genocide” atau ‘Hentikan Genosida’ pada eye black (stiker hitam anti-silau di bawah mata) miliknya dalam pertandingan melawan New England Patriots, Minggu (18/1/2026).

Aksi ini merupakan bentuk protesnya terhadap agresi di Gaza yang telah menelan lebih dari 70.000 korban jiwa warga Palestina. Al-Shaair mengenakan pesan tersebut saat memberikan motivasi prapenggal (pep talk) kepada rekan setimnya, meski ia memilih untuk menghapusnya sesaat sebelum peluit pertandingan dimulai guna menghindari diskualifikasi.

Sebelumnya, NFL mendenda Al-Shaair saat ia mengenakan pesan serupa dalam laga melawan Pittsburgh Steelers. Liga menyatakan aksi tersebut melanggar aturan seragam dan peralatan karena menampilkan “pesan pribadi”.

Al-Shaair mengungkapkan bahwa ia sadar akan konsekuensi finansialnya, bahkan ia telah diperingatkan akan dikeluarkan dari lapangan jika nekat memakainya saat bertanding. Namun, ia justru mempertanyakan konsistensi liga.

“Pada akhirnya, ini lebih besar dari sekadar saya. Hal-hal yang terjadi di sana membuat orang merasa tidak nyaman, tapi bayangkan bagaimana perasaan warga di sana (Gaza). Saya tidak punya afiliasi atau koneksi dengan mereka, selain fakta bahwa saya adalah manusia,” ujar Al-Shaair kepada wartawan.

Ia juga menyoroti adanya dugaan standar ganda, mencatat bahwa beberapa pemain lain diizinkan bermain meskipun berulang kali mengenakan pesan pribadi pada eye black mereka tanpa mendapat sanksi serupa.

Dukungan Luas dan “Warisan Muhammad Ali”

Langkah berani Al-Shaair memicu gelombang dukungan masif di media sosial dan organisasi hak asasi manusia. Council on American-Islamic Relations (CAIR) bahkan menyandingkan aksi Al-Shaair dengan legenda olahraga yang vokal terhadap isu keadilan.

“Seperti Muhammad Ali dan atlet berhati nurani lainnya, dia menggunakan platformnya untuk tujuan keadilan. Kami memujinya dan mendorong orang lain untuk mengikuti jejaknya dalam membela hak asasi manusia, dari Gaza hingga Sudan,” tulis pernyataan resmi CAIR.

Di platform X, para aktivis memuji keberanian Al-Shaair. Salah satu unggahan populer menyatakan bahwa ini bukan sekadar “pesan pribadi”, melainkan aksi kemanusiaan global. “Tidak ada yang kurang personal dibanding menggunakan posisi pengaruhmu untuk membela orang-orang di belahan dunia lain yang bahkan tidak kau kenal. Kita butuh lebih banyak orang seperti Azeez di dunia ini,” tulis seorang netizen.

Meskipun kemungkinan besar akan menghadapi denda tambahan berdasarkan Pasal 8 buku peraturan NFL, Al-Shaair tetap teguh pada pendiriannya. Baginya, jika platformnya bisa memberikan sedikit harapan bagi keluarga di Palestina yang kini tengah berjuang melawan kelaparan dan cuaca dingin ekstrem, maka denda ratusan juta rupiah adalah harga yang kecil untuk dibayar.

Exit mobile version