Berstatus sebagai raja Eropa, Timnas Spanyol siap mengguncang Piala Dunia 2026. Lewat tangan dingin Luis de la Fuente, La Roja tampil beda dengan meninggalkan gaya tiki-taka usang.
WWW.JERNIH.CO – Tim nasional Spanyol menatap Piala Dunia 2026 dengan kepercayaan diri yang melambung tinggi. Berstatus sebagai jawara Eropa, skuad La Roja kini memikul ekspektasi besar dari publik sepak bola global.
Arsitek di balik ketangguhan tim nasional Spanyol saat ini adalah Luis de la Fuente. Pelatih berusia 64 tahun ini merupakan sosok yang sangat memahami struktur sepak bola Spanyol, mengingat ia menghabiskan lebih dari satu dekade melatih tim nasional kelompok umur (La Rojita) mulai dari U-19, U-21, hingga tim Olimpiade, sebelum akhirnya naik pangkat menangani tim senior.
De la Fuente sangat mengutamakan pemain yang sudah mengenali gaya bermain dan filosofinya sejak di level junior. Contoh nyatanya adalah pemanggilan kembali bek Eric Garcia serta kejutan masuknya bek kanan Marc Pubill.
Meskipun Pubill belum pernah bermain di tim senior utama, De la Fuente merekrutnya karena ia memantau rekam jejak sang pemain di tim nasional U-19 dan U-21. Strategi ini memangkas waktu adaptasi taktik di dalam turnamen yang singkat.
Pelatih tidak lagi terpaku pada gaya tiki-taka monoton yang lambat. Strategi pemilihannya bergeser ke arah pemain yang memiliki fleksibilitas posisi dan fisik yang menunjang permainan intensitas tinggi.
Masuknya nama baru seperti Víctor Muñoz di sektor sayap ditujukan untuk mengeksploitasi kecepatan vertikal, sementara pemilihan bek seperti Marc Pubill didasari oleh kemampuannya bermain di beberapa posisi bertahan (fleksibilitas) guna mengantisipasi turnamen panjang yang melelahkan.

De la Fuente memiliki prinsip bahwa keharmonisan ruang ganti dan kecocokan karakter jauh lebih penting daripada reputasi atau nama besar klub pemain. Strategi ini terlihat sangat ekstrem di Piala Dunia 2026 kali ini, di mana ia secara berani tidak memanggil satu pun pemain dari Real Madrid ke dalam skuad finalnya. Ia lebih memilih mempertahankan kolektivitas tim juara yang didominasi oleh pilar-pilar Barcelona dan pemain yang merumput di luar kompetisi domestik, asalkan mereka siap secara fisik dan mental untuk skema permainannya.
Dalam rilisan skuad resmi untuk Piala Dunia 2026, Spanyol tetap mempertahankan pilar-pilar utama yang menjadi motor serangan dan pertahanan mereka. Di sektor tengah, Rodri tetap menjadi jenderal lapangan yang tak tergantikan, didampingi oleh duet kreatif asal Barcelona, Pedri dan Gavi, yang kini berada dalam kondisi fisik prima.
Lini serang mereka pun masih mengandalkan magis wonderkid Lamine Yamal di sisi sayap kanan serta kecepatan Nico Williams di sisi kiri. Untuk mengawal lini belakang, nama-nama tepercaya seperti Aymeric Laporte, Marc Cucurella, dan Alex Grimaldo tetap dipanggil guna menjaga kedalaman pertahanan di depan penjaga gawang utama, Unai Simon.
Beberapa nama besar yang sebelumnya menjadi andalan di kompetisi antarnegara terpaksa dicoret karena penurunan performa maupun faktor taktis. Salah satu kejutan terbesar adalah absennya striker veteran sekaligus kapten tim terdahulu, Alvaro Morata, yang posisinya digantikan oleh penyerang dengan karakter yang lebih mobile. Gelandang senior seperti Ilkay Gundogan jelas bukan bagian dari Spanyol, namun beberapa nama senior Spanyol lain seperti Nacho Fernandez juga tidak lagi terlihat di daftar panggil.
Sebagai gantinya, pelatih memberikan ruang bagi para pemain baru dan talenta yang tengah naik daun di level klub. Di lini belakang, bek muda berbakat Pau Cubarsí resmi masuk ke dalam skuad utama untuk memperkokoh jantung pertahanan. Sementara itu, untuk menambah daya gedor, penyerang Osasuna Víctor Muñoz dan striker Celta Vigo Borja Iglesias dipanggil untuk memberikan opsi target man yang lebih segar di lini depan.
Sektor bek sayap juga mendapat tenaga baru dengan masuknya Marc Pubill dari Atlético Madrid serta Pedro Porro yang tampil impresif bersama Tottenham Hotspur.(*)
BACA JUGA: [JERNIH PIALA DUNIA 2026] Ronaldo Kembali Masuk Skuad Timnas Portugal