CrispyDesportare

[JERNIH PIALA DUNIA 2026] Ronaldo Kembali Masuk Skuad Timnas Portugal

Pengumuman kali ini terasa sangat berbeda. Ada satu nama yang tak tertulis di kertas, namun detak jantungnya dibawa ke setiap pertandingan. Siapakah sosok “plus satu” yang membuat ruang ganti Portugal diselimuti haru?

WWW.JERNIH.CO –  Pelatih tim nasional Portugal, Roberto Martinez, resmi mengumumkan daftar 27 pemain yang akan diboyong ke Amerika Utara untuk mengarungi putaran final Piala Dunia 2026. Pengumuman yang dilakukan di markas latihan Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) di Oeiras ini menegaskan komitmen tim berjuluk Selecao das Quinas tersebut untuk memadukan pengalaman matang dengan darah muda yang ambisius.

Sorotan utama tentu saja tertuju pada sang kapten legendaris, Cristiano Ronaldo. Di usianya yang telah menginjak 41 tahun, megabintang yang kini merumput di Arab Saudi bersama Al Nassr tersebut kembali dipanggil. Hal ini memastikan Ronaldo berada di jalur yang tepat untuk memecahkan rekor gila sebagai pria pertama yang tampil di enam edisi Piala Dunia berbeda sepanjang sejarah sepak bola modern.

Martinez membawa komposisi yang sangat solid di semua lini. Di sektor penjaga gawang, Diogo Costa (Porto) tetap diproyeksikan sebagai pilihan utama, didampingi Jose Sa, Rui Silva, dan kiper kejutan Ricardo Velho.

Pada lini pertahanan, tembok kokoh diisi oleh bintang-bintang top yang berkompetisi di liga elite Eropa seperti Ruben Dias (Manchester City), Joao Cancelo (Barcelona), Diogo Dalot (Manchester United), serta bek lincah Nuno Mendes (PSG).

Lini tengah Portugal tampil sangat mewah dengan kreativitas dari Bruno Fernandes (Manchester United) dan Bernardo Silva (Manchester City), yang akan disokong oleh energi muda dari Vitinha dan Joao Neves (PSG). Sementara untuk urusan menggedor jala lawan, Cristiano Ronaldo tidak sendirian; ia akan ditemani oleh penyerang tajam Rafael Leao (AC Milan), Joao Felix (Al Nassr), hingga Goncalo Ramos (PSG).

Dalam konferensi persnya, Roberto Martinez memberikan penjelasan mendalam terkait keputusannya, terutama mengenai peran penting Cristiano Ronaldo di tim. Menurut mantan pelatih Belgia tersebut, Ronaldo bukan sekadar nama besar, melainkan sosok yang masih krusial secara teknis maupun mental.

 “Ketika kita berbicara tentang Cristiano Ronaldo, kita berbicara tentang dua sisi. Kita berbicara tentang sebuah ikon sepak bola dunia, dan kita berbicara tentang pemain biasa sekaligus kapten kami yang memiliki tuntutan kompetitif yang sama tingginya dengan pemain lain untuk berada di tim nasional. Kapten kami adalah teladan nyata. Kami ingin dia terus membawa tingkat tanggung jawab dan kepemimpinan yang sama di dalam ruang ganti,” ujar Martinez panjang lebar.

Selain membahas Ronaldo, Martinez juga membawa suasana emosional dalam pengumuman kali ini. Ia menyatakan mendedikasikan satu slot kehormatan bagi mendiang mantan penyerang Portugal, Diogo Jota, yang wafat pada tahun lalu. Skuad final resmi Piala Dunia sendiri dibatasi hanya 26 pemain, namun Martinez sengaja mendaftarkan 27 nama demi membawa spirit mendiang.

 “Daftar final ini berisi 27 nama ditambah satu. Kehilangan Diogo Jota adalah momen yang tidak terlupakan dan sangat sulit bagi kami semua. Namun, keesokan harinya, itu menjadi tanggung jawab bagi kami semua untuk bertarung demi impian Diogo Jota dan teladan yang telah ia tunjukkan di tim nasional. Semangat, kekuatan, dan teladannya membuat dia akan menjadi ‘plus satu’ di tim ini selamanya,” ucap Martinez dengan haru.

Secara administratif dalam dokumen pendaftaran, nama Diogo Jota tidak masuk ke dalam daftar 27 pemain aktif yang akan bertanding di lapangan. Namun, namanya disebut secara khusus oleh pelatih Roberto Martinez sebagai “pemain ke-28” atau “plus satu” yang sifatnya kehormatan.

Menanggapi peluang Portugal yang baru saja menjuarai UEFA Nations League 2025, Martinez memilih untuk tetap membumi. Ia menegaskan bahwa Portugal datang sebagai penantang gelar yang kuat, namun menolak label favorit utama.

 “Piala Dunia bukan sekadar bermain bagus atau memiliki bakat. Tantangannya luar biasa banyak. Menurut saya, hanya tim nasional yang sudah pernah memenangkan Piala Dunia yang pantas disebut favorit. Kami menerima tekanan itu, itu bukan masalah. Namun, kata ‘kandidat juara’ mungkin lebih tepat untuk menggambarkan momen baik yang sedang kita lalui saat ini. Mengingat bakat dan semangat grup ini, kita semua boleh bermimpi,” pungkasnya.

Portugal tergabung di Grup K bersama Kolombia, Uzbekistan, dan Republik Demokratik Kongo. Skuad asuhan Roberto Martinez ini akan memulai persiapan intensif pada 1 Juni, melakoni laga uji coba melawan Cile dan Nigeria, sebelum terbang ke Amerika Serikat pada 12 Juni untuk membuka laga perdana mereka melawan Kongo di Houston pada 17 Juni 2026.(*)

BACA JUGA: Sang “Predator” Cristiano Ronaldo Kembali Menggila Bersama Al Nassr

Back to top button