JERNIH — Langkah Indonesia dalam memperkuat sistem pertahanan udaranya terus berlanjut. Pabrikan dirgantara asal Italia, Leonardo, bersama mitra lokalnya PT ESystem Solutions Indonesia, resmi mengumumkan kesepakatan pengadaan 12 unit pesawat tempur ringan M-346 F ‘Block 20’ untuk TNI Angkatan Udara.
Langkah strategis ini melengkapi upaya modernisasi pertahanan Indonesia setelah sebelumnya menandatangani kontrak senilai US$8,1 miliar dengan pabrikan Prancis, Dassault, untuk pembelian 42 unit jet tempur Rafale pada 2022 lalu. Pihak Leonardo mengonfirmasi bahwa unit pertama jet M-346 ini dijadwalkan mulai dikirim ke Indonesia pada 2030 mendatang.
Meski nilai pasti kontrak Indonesia tidak dipublikasikan, pengadaan 12 unit pesawat sejenis oleh Austria pada akhir 2025 lalu dilaporkan media mencapai angka 1,5 miliar euro (sekitar Rp26 triliun). Dengan kesepakatan ini, Indonesia menjadi negara ke-23 di dunia yang mengoperasikan armada M-346.
“Pesawat M-346 akan menyediakan kapabilitas tempur multi-peran sekaligus platform pelatihan tingkat lanjut bagi para penerbang Indonesia,” tulis pernyataan resmi Leonardo.
M-346—yang dibekali dua mesin (twin-engine) dan dua kursi kemudi (tandam-seat)—kini berkembang pesat dari sekadar pesawat latih (advanced jet trainer) menjadi varian Fighter Attack (M-346FA). Varian ini dirancang khusus untuk mampu mengangkut amunisi berpemandu presisi, rudal udara-ke-udara, hingga gun pod.
Dengan kecepatan mendekati Mach 0,95, sistem avionik modern, serta teknologi glass cockpit, M-346FA menjadi solusi efisien bagi negara-negara yang membutuhkan jet tempur ringan fleksibel tanpa harus menanggung biaya operasional dan perawatan fantastis seperti pada jet tempur berat.
Kualitas dan efisiensi M-346 telah teruji di berbagai angkatan udara dunia. Negara-negara seperti Italia, Singapura, Qatar, hingga Israel (dengan nama lokal M-346 Lavi) menggunakannya untuk penggodokan penerbang tempur. Polandia bahkan memanfaatkan platform ini untuk melatih para pilotnya sebelum bertransisi ke jet tempur F-16 dan F-35.
Selain jet tempur ringan M-346, Indonesia juga menandatangani Letter of Intent (LoI) untuk pengadaan helikopter multi-peran AW149 bagi TNI Angkatan Laut. Helikopter ini nantinya ditujukan untuk mendukung misi pencarian dan penyelamatan (search and rescue/SAR) serta tugas-tugas perlindungan sipil.
Langkah akuisisi ini mempertegas komitmen Indonesia dalam membangun pertahanan udara yang berdaya gentar tinggi, efisien secara anggaran, dan adaptif terhadap dinamika keamanan kawasan.
