Jernih.co

Mimpi Buruk di Menit Akhir, Real Madrid Tertahan 1-1 di Markas Real Betis

Real Madrid gigit jari setelah gol telat Hector Bellerin membuyarkan pesta Los Blancos di markas Real Betis. Skor 1-1 adalah sinyal bahaya bagi ambisi juara musim ini.

WWW.JERNIH.CO –  Real Madrid harus rela membawa pulang satu poin yang terasa pahit setelah ditahan imbang 1-1 oleh Real Betis dalam lanjutan La Liga pekan ke-32, Sabtu (25/4/2026) dini hari WIB.

Pertandingan yang digelar di Stadion La Cartuja, Sevilla, ini menjadi pukulan telak bagi ambisi Los Blancos untuk terus menempel ketat Barcelona di puncak klasemen. Dominasi yang dibangun sejak awal laga sirna seketika akibat gol telat tuan rumah di masa injury time.

Sejak peluit pertama dibunyikan, Real Madrid tampil agresif demi mengamankan tiga poin krusial. Tim asuhan Alvaro Arbeloa tersebut berhasil memecah kebuntuan lebih dulu pada menit ke-17 melalui aksi Vinicius Junior.

Gol tersebut berawal dari bola muntah hasil tendangan keras Federico Valverde yang gagal diantisipasi dengan sempurna oleh pertahanan Betis. Unggul 1-0 membuat Madrid terlihat nyaman mengendalikan permainan.

Namun, kendali tersebut perlahan memudar di babak kedua. Real Betis, yang didukung penuh oleh publik Sevilla, mulai keluar menyerang dan melepaskan total 17 tembakan sepanjang laga.

Puncak drama terjadi pada menit ke-90+4 ketika mantan bek Barcelona, Hector Bellerin, mencetak gol penyeimbang yang sensasional, membuyarkan kemenangan Madrid yang sudah di depan mata.

Hasil imbang ini memicu pertanyaan besar mengenai konsistensi Madrid di momen-momen krusial. Ada beberapa masalah fundamental yang terlihat dalam pertandingan tersebut. Lini depan yang tidak klinis, meski memiliki peluang emas melalui Kylian Mbappe dan Jude Bellingham, penyelesaian akhir Madrid tampak tumpul. Kegagalan mencetak gol kedua membuat posisi mereka tetap rentan terhadap serangan balik.

Kebobolan di menit-menit akhir menunjukkan penurunan fokus yang fatal. Alvaro Arbeloa bahkan melontarkan kritik keras terhadap wasit, mengklaim adanya pelanggaran terhadap Ferland Mendy dalam proses gol Bellerin, namun lemahnya antisipasi di area kotak penalti tidak bisa diabaikan.

Madrid tampil dalam kondisi pincang tanpa pilar utama seperti Eder Militao dan Arda Guler yang harus menepi hingga akhir musim. Keterbatasan opsi pemain membuat rotasi tidak berjalan maksimal di tengah jadwal yang padat.

Hasil imbang ini membuat peluang Real Madrid meraih gelar juara La Liga musim 2025/2026 semakin menipis. Saat ini, Madrid mengoleksi 74 poin dan tertinggal 8 poin dari Barcelona yang masih kokoh di puncak. Jarak tersebut bahkan berpotensi melebar menjadi 11 poin jika Barcelona berhasil mengalahkan Getafe.

Dengan hanya tersisa enam pertandingan, Madrid kini berada dalam situasi yang sangat sulit. Secara matematis, mereka tidak lagi memegang kendali atas nasib sendiri. Los Blancos wajib menyapu bersih sisa laga sambil berharap Barcelona terpeleset setidaknya dalam tiga pertandingan—sebuah skenario yang tampak tidak realistis melihat performa konsisten anak asuh Hansi Flick musim ini.

Jika tren ini berlanjut, Madrid bahkan terancam harus memberikan Guard of Honour kepada Barcelona saat laga El Clasico di Camp Nou pada pekan ke-35 nanti.(*)

BACA JUGA: Asa Real Madrid Rebut Juara Pasca Menang atas Alaves

Exit mobile version