JERNIH – Penutupan ajang olahraga Commonwealth Games 2026 di Glasgow, Skotlandia, diwarnai isu hilangnya atlet internasional. Kepolisian Skotlandia (Police Scotland) merilis penyelidikan resmi terkait hilangnya sejumlah atlet asing—termasuk petinju asal Uganda dan Pakistan—yang mangkir dari jadwal penerbangan pulang ke negara asal mereka.
Insiden yang mengulang pola suaka politik pasca-kejuaraan olahraga di Inggris dan Australia ini kini ditangani secara langsung oleh kepolisian setempat bekerja sama dengan Home Office (Kementerian Dalam Negeri Inggris) dan UK Visas and Immigration.
Presiden Federasi Tinju Uganda, Moses Muhangi, membenarkan bahwa dari total enam atlet yang dikirim ke Glasgow, hanya dua orang yang mendarat kembali di Kampala. Empat anggota tim sisanya—termasuk Kapten Tim Nuhu Batte, satu petinju putra, dan dua petinju putri—hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Di sisi lain, jaringan media Uganda NBS Sport melaporkan salah satu dari atlet yang tidak kembali secara terbuka menyatakan niatnya untuk mengajukan suaka politik (asylum) di Britania Raya.
“Terlalu dini untuk menyebut mereka menghilang secara ilegal. Visa Inggris mereka masih berlaku dan para atlet memiliki hak untuk mengunjungi kerabat atau teman. Kita tunggu hingga masa aktif visa mereka berakhir,” ujar Moses Muhangi mencoba menepis spekulasi.
Menariknya, salah satu dari dua petinju Uganda yang berhasil pulang tepat waktu adalah Aziz Abdul—cucu dari mantan diktator Uganda Idi Amin—yang sebelumnya mendapati diskualifikasi di babak perempat final akibat aksi headbutt.
Selain dari kontingen Uganda, media Pakistan Today mengonfirmasi bahwa seorang petinju asal Pakistan juga dilaporkan tidak hadir saat jadwal penerbangan tim menuju pulang pada Selasa malam. Commonwealth Games Glasgow 2026 diikuti oleh lebih dari 3.000 atlet dari 74 negara peserta.
Fenomena ‘menghilangnya’ atlet dari negara berkembang pasca-kejuaraan besar di wilayah Britania dan Australia sejatinya bukan hal baru. Pada Commonwealth Games Gold Coast 2018 (Australia), sebulan pasca-event, otoritas Australia mencatat 50 atlet dan ofisial masih diburu, sementara 190 orang lainnya resmi mengajukan suaka.
Chief Executive Commonwealth Games, Phil Batty, menegaskan bahwa pihak penyelenggara terus berkoordinasi erat dengan Border Force untuk memastikan seluruh delegasi mematuhi regulasi keimigrasian Britania Raya hingga batas waktu hukum berakhir.
| Parameter Kasus Atlet Hilang | Detail & Informasi Kontingen |
| Lokasi Kejadian | Glasgow, Skotlandia (Commonwealth Games 2026) |
| Atlet Uganda Unaccounted | 4 dari 6 Petinju (Termasuk Kapten Tim Nuhu Batte) |
| Atlet Pakistan Unaccounted | 1 Petinju |
| Status Hukum Saat Ini | Penyelidikan Police Scotland & Koordinasi Home Office |
| Motif Utama | Pengajuan suaka politik & migrasi pasca-event |
