Di tengah riuhnya tawaran fantastis hingga triliunan rupiah dari Arab Saudi dan Eropa, berembus narasi hangat mengenai peluangnya pulang ke tanah kelahiran di Mesir.
WWW.JERNIH.CO – Nasib Mo Salah masih menggantung. Kabar burung mengenai kemungkinan Mohamed Salah kembali melangkahkan kakinya di tanah kelahirannya untuk membela klub lokal Mesir adala hspekulasi yang paling kencang saat ini.
Setelah merampungkan sembilan tahun masa bakti yang sarat kejayaan di Liverpool pada penghujung musim 2025/2026, status penyerang bernomor punggung 11 itu sebagai agen bebas melahirkan spekulasi liat dari berbagai pelosok dunia. Di tengah gejolak pasar transfer global, harapan melihat Sang Raja Mesir kembali bermain di kandang sendiri menjadi narasi paling menyentuh.
Namun, di balik kehebohan yang merebak, romantisme kepulangan Salah ke Premier League Mesir menyimpan benang kusut informasi. Keinginan melihat Salah mengenakan jersey Al Ahly Kairo atau Zamalek pada dasarnya berakar dari nostalgia emosional publik Mesir yang rindu akan pahlawan lokal mereka.
Secara ekonomis, klub-klub domestik Mesir mustahil sanggup menanggung beban gaji Salah yang di Anfield saja menembus angka Rp8,4 miliar per minggu. Kegemparan ini sebagian besar dipicu oleh kerancuan nama antara klub raksasa Mesir, Al Ahly, dengan klub kaya raya asal Jeddah, Al-Ahli Saudi FC, yang kerap membingungkan publik.
Kendati demikian, para tokoh sepak bola nasional tetap menyalakan lampu hijau, membuka pintu secara emosional jika suatu saat Salah berniat mengakhiri kariernya di Al Mokawloon Al Arab—tempat ia pertama kali mengasah bakat sebelum menaklukkan Eropa pada 2012.
Perburuan tanda tangan pemain berusia 34 tahun ini terus bergerak cepat dan dinamis di panggung internasional. Salah satu langkah paling nyata datang dari Turki, di mana klub Super Lig, Trabzonspor, secara terbuka mengonfirmasi telah memulai negosiasi resmi untuk memikat Salah dalam kesepakatan kontrak dua tahun.
Di saat yang sama, deretan klub papan atas Liga Pro Arab Saudi seperti Al-Ittihad, Al-Nassr, dan Al-Ahli terus membayangkan Salah sebagai magnet utama untuk melambungkan nilai komersial kompetisi mereka. Tak ketinggalan, raksasa Benua Biru seperti Atletico Madrid, Paris Saint-Germain, dan Bayern Munich turut memantau pergerakan sang winger gaek yang berstatus tanpa klub ini.
Urusan finansial yang menyelimuti langkah Salah berikutnya pun berada di tingkat yang sangat fantastis. Meski klub lokal Mesir tidak bisa bersaing dari segi anggaran, tawaran yang datang dari luar negeri mencatatkan angka yang bikin geleng-geleng kepala. Klub-klub Timur Tengah dilaporkan menyodorkan paket gaji bernilai Rp1,7 triliun hingga Rp2,6 triliun per musim, sebuah angka yang berpotensi menobatkannya sebagai salah satu atlet dengan bayaran tertinggi di bumi. Sementara itu, opsi dari Trabzonspor menyodorkan angka gaji bersih Rp300 miliar per tahun.(*)
BACA JUGA: 10 Rekor Mo Salah di Liverpool
