Site icon Jernih.co

Kicaun Sony Sonjaya Mulai Bikin Gerah Banyak Nama

Sempat muncul 24 nama di media sosial. Sejumlah nama jelas menampik terlibat ketika dikonfirmasi media. Kuasa hukum Sony Sonjaya pun masih menyimpan. Tetapi data-data mereka dijamin sahih.  

WWW.JERNIH.CO –  Kasus dugaan korupsi yang tengah ditangani pihak penyidik memasuki babak baru yang kian memanas. Tersangka utama, Sony Sonjaya, dilaporkan mulai mengambil langkah kooperatif dengan membeberkan sejumlah informasi krusial kepada tim penyidik.

Langkah Sony yang mulai “berkicau” ini ibarat kotak pandora yang siap membongkar jaringan keterlibatan berbagai pihak lintas sektor pemerintahan.

Kuasa hukum Sony Sonjaya, Krisna, mengungkapkan bahwa kliennya telah memberikan daftar nama yang diduga kuat ikut menikmati atau terlibat dalam aliran dana pusaran kasus ini. Berdasarkan pemeriksaan awal, skandal ini tidak hanya melibatkan satu sektor saja, melainkan telah merambah ke tiga pilar kekuasaan negara sekaligus.

“Pokoknya dari eksekutif, legislatif, dan yudikatif. (Paling banyak) legislatif. (Total jumlah nama) 26, kemungkinan bertambah, itu baru sebagian aja,” tutur Krisna saat memberikan keterangan kepada media.

BACA JUGA: Skandal Baru MBG; Rp 218 Miliar Uang Investor Sukabumi Menguap, Ditipu Mantan Petinggi BGN

Hingga saat ini, daftar nama spesifik (nama orang per orang) belum dibuka secara rinci kepada publik oleh pihak penyidik demi kepentingan penyidikan. Namun, berdasarkan penuturan Krisna, peta keterlibatan figur-figur tersebut dikelompokkan secara jelas ke dalam tiga klaster besar:

Klaster Legislatif (Parlemen): Ini merupakan kelompok yang paling banyak mendominasi daftar. Puluhan anggota dewan diduga terseret dalam komunikasi dan aliran dana terkait kasus ini.

Klaster Eksekutif (Pemerintah/Birokrasi): Meliputi jajaran pejabat di tingkat pemerintahan yang memiliki otoritas eksekusi kebijakan atau proyek.

Klaster Yudikatif (Penegak Hukum/Peradilan): Meliputi oknum-oknum di lembaga peradilan yang diduga ikut berkomunikasi dengan tersangka.

Krisna menegaskan bahwa 26 nama yang saat ini sudah dikantongi penyidik baru merupakan sebagian kecil dari gambaran utuh kasus ini. Tidak menutup kemungkinan bahwa daftar tersebut akan terus bertambah panjang seiring digelarnya pemeriksaan lanjutan.

Sikap optimistis kubu Sony Sonjaya bukan tanpa alasan. Krisna menjelaskan bahwa seluruh pengakuan kliennya didukung oleh bukti digital yang sangat kuat dan akurat. Semua jejak digital, mulai dari riwayat panggilan hingga pesan singkat (chat), terekam utuh di dalam ponsel milik Sony yang saat ini sudah disita oleh penyidik.

Pihak kuasa hukum pun secara tegas mendorong agar penyidik membuka bukti-bukti percakapan tersebut secara transparan kepada publik. Hal ini penting agar tidak ada spekulasi liar dan memastikan proses hukum berjalan objektif.

“Jadi semua bukti-bukti itu ada di dalam, semua bukti chat itu ada di dalam HP yang saat ini disita oleh penyidik. Misalkan nama A berkomunikasinya dengan klien saya, si B juga, semua. Jadi semua bukti itu ada di dalam HP klien saya dan itu harus dibuka,” tegas Krisna.

Jika merunut dari bocoran nama yang sudah memvilar, dari kubu DPR atau legislative sebanyak 46 persen, 42 persen pemerintah atau aparat, dan sisanya 12 persen dari pihak lain termasuk swasta.

Hmm… permainan belum akan berhenti. Dan tampaknya akan semakin memanas, membuat pemilik nama yang tercantum deg-degan.(*)

BACA JUGA: Usai Dadan Hindayana Dicopot, Kejagung Geledah Kantor BGN

Exit mobile version