Crispy

Ledakan Besar di Pelabuhan Beirut, Rumah-rumah Hancur dan Banyak Korban Luka

“Jendela serta pintu tiba-tiba terbuka, lantai berguncang  dan kaca-kaca pecah. Banyak sekali rumah yang rusak atau hancur,”

JERNIH—Dua ledakan besar terjadi di Pelabuhan Beirut, Lebanon, Selasa (4/8), menyebabkan puluhan orang mengalami luka-luka dan jaringan listrik padan seketika.

Sebuah video yang diunggah di media sosial menunjukkan ledakan besar membentuk asap jamur raksasa, yang menghancurkan bangunan-bangunan di sekitar ledakan. Ledakan tersebut terjadi menjelang putusan Pengadilan PBB dalam persidangan atas pembunuhan mantan PM Rafik Hariri yang terjadi pada 2005.

Pengadilan PBB akan mengeluarkan putusannya dalam persidangan dengan empat tersangka dalam pembunuhan bom mobil Hariri. Kemungkinan ledakan kedua dilaporkan terjadi di kediaman Hariri di Beirut.

Beberapa waktu setelah ledakan, Menteri Kesehatan Lebanon, Hamad Hasan menyatakan, insiden tersebut menyebabkan banyak orang cedera, selain berbagai kerusakan bangunan yang parah. Media lokal mengabarkan orang-orang terjebak di bawah puing-puing. Seorang saksi mata menggambarkan ledakan pertama itu begitu  memekakkan telinga. Sementara beberapa rekaman video amatir menunjukkan mobil-mobil dan bangunan yang rusak akibat ledakan.

Sebagaimana dilansir CNN, Selasa (4/8), media lokal melaporkan peristiwa ini juga menyebabkan banyak orang terluka. Rumah-rumah yang berjarak 10 kilometer dari lokasi kejadian rusak, mobil-mobil hancur dan terbalik akibat ledakan.

Salah satu warga Beirut yang berada beberapa kilometer dari lokasi kejadian mengatakan, jendela kaca pun turut pecah akibat kuatnya ledakan.  “Saya merasakannya seperti gempa,” ujar Rania Masri, seorang warga Beirut. Masri menyatakan apartemennya berguncang saat dirinya mendengar ledakan yang kuat.

“Jendela serta pintu tiba-tiba terbuka, lantai berguncang  dan kaca-kaca pecah. Banyak sekali rumah yang rusak atau hancur,”kata dia. [CNN/AFP/Aljazeera]

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close