Puisi

Kumpulan puisi karya seni anak bangsa

  • Sajak di Beranda Luka

    Dari balik meja kekuasaan yang berkilau, kau lempar kata-kata berbisa, Kau hina aku sehina-hinanya, seolah martabatku tak punya sisa. Ketika…

    Read More »
  • Pidato Nye..Nye…Nye…

    Nye…Nye…Nye… Kalian para pengritik. Mulutmu berbusa di ruang-ruang gelap, tapi tak punya kuas untuk mengecat rumah sendiri. Kau sebut dirimu…

    Read More »
  • Sumpalan 20 Juta

    Lantang suaramu di aspal jalanan, Membakar terik, menantang ketidakadilan. Almamater megah membungkus raga, Di baris depan, kau seolah dewa. Namun…

    Read More »
  • Catatan Kegelapan di Negeri Batu Bara

    Di sebuah negeri yang konon bertabur berkah dan cahaya, Kami justru belajar membaca tanda-tanda kegelapan yang setia. Listrik mengalir seperti…

    Read More »
  • Topeng Halus di Meja Diskusi

    Mimbar kami wangi, tapi baunya amis jua Kau datang bergaya rapi, membawa senyum palsu baja Membuka dialog, katanya, tapi merantai…

    Read More »
  • Sia-Sia Mencari Bayang

    Sudahi tuduhan kalian, karena itulah cara membenturkan kami dengan rakyat, mencoreng perjuangan. Kuadukan dadaku pada laras dan caci, bukan demi…

    Read More »
  • Sajak Para Penjilat: Di Meja Perjamuan Kekuasaan

    Kutuliskan puisi ini padamu. Mengalir dari batinku yang terluka oleh kemunafikan dan kebongohan. Dan kemudian menjadi bait-bait peringatan, bahwa kau…

    Read More »
  • Sajak di Persimpangan Jalan

     Kepada Mereka yang Bersembunyi di Balik Meja. Ini bukan dongeng pengantar tidur, Tuan! Kami datang dengan darah yang mendidih, Membawa…

    Read More »
  • Elegi Dapur Miliaran

    Harapan runtuh seketika, saat dapur-dapur MBG mulai bertumbangan akibat gagal bayar. Modal miliaran hilang terbakar nafsu serakah para pimpinan. Dapur-dapur…

    Read More »
  • Upeti Hari Jumat

    Mereka diperas. Mereka diperah. Demi rupiah, oknum petinggi sekelas dirjen menumpuk setoran saban Jumat. Langkah kaki asing datang membawa sejuta…

    Read More »
Back to top button