Puisi

Kumpulan puisi karya seni anak bangsa

  • PUISI FRENDY MUSFIDAYANSYAH

    SKETSA RASA DI SERAGAM ABU-ABU Sketsa dan imaji membalut hati,menyatu dalam garis-garis tipis.Terlukis, melukai, menjadi lukisan diam,menganga akibat tatapan pertama.…

    Read More »
  • Sang Dalang Tanpa Singgasana

    Tengkorak kaisar tua itu masih bergetar di balik bayang-bayang, mendesiskan nafsu kekuasaan yang tak pernah selesai dimakamkan. Ia tak sudi…

    Read More »
  • Puisi Senin Pagi

    Ijazah di tangan meliuk bagai cermin bisu, memantulkan wajah-wajah belia yang tertahan di luar pintu kesempatan. Pintu korporasi memajang cermin…

    Read More »
  • Londo Ireng

    Sepasang sepatu lars baru berderak tanpa rasa bersalah di atas tanah keturunan darah. Kulit mereka menampung warna seruling bambu yang…

    Read More »
  • Sutrimo

    Sutrimo, pria separuh baya itu, Kini tinggal nama yang riuh di layar-layar kaca, Melayang bersama ketikan jempol jutaan orang, Namun…

    Read More »
  • Lintah Seragam

    Di balik dinding tinggi, bayang-bayang saling bertukar mangkok! Serigala bermahkota duduk menagih bagian dari tiap gigitan! Tangga-tangga kekuasaan dijual murah…

    Read More »
  • Catatan dari Negeri yang Hukumnya Rabun

    Di negeri yang konon berpagarkan hukum, rakyat berdiri terpaku bingung, Memandangi timbangan yang bergoyang, ditegakkan tanpa kepastian dan ujung. Lembaga-lembaga…

    Read More »
  • Persetan Semua!

    Mata itu masih saja mendelik, angkuh dari balik meja jati. Mulutmu enteng berbusa, “Pindah saja ke mana kau suka jika…

    Read More »
  • Aku Memupuk Gelap

    Di balik dinding rahasia yang tak pernah tersentuh matahari, aku mengunci ribuan lembar duka dan logam-logam mati. Semua ini adalah…

    Read More »
  • Ompreng Menyuap Kuasa

    Ompreng datang membawa janji, namun pulang menggendong dusta. Katanya untuk anak bangsa, nyatanya jadi pesta para penguasa. Pembelian dipagari monopoli,…

    Read More »
Back to top button