Dum Sumus

Di Inggris Ada 55 Juta Ponsel Rongsokan

JERNIH – Warga Inggris setidaknya memiliki sekitar 55 juta ponsel tak terpakai yang disembunyikan di laci dan lemari. Kota London, Birmingham, Cambridge, Leeds, dan Manchester adalah penimbun teknologi terbesar.

Peneliti menyurvei 2.300 orang dewasa dari 20 kota untuk mengetahui berapa banyak perangkat seluler lama di setiap rumah. Ibu kota London menjadi yang teratas dengan lebih dari dua unit ponsel rongsokan di setiap rumah tangga. Di London, berdasarkan jumlah rumah tangga di kota, ini berarti ada sekitar 6,8 juta perangkat yang tidak digunakan lagi.

Birmingham memiliki jumlah perangkat yang dibuang tertinggi kedua di setiap rumah, diikuti oleh Cambridge, Leeds, dan Manchester. Secara kolektif, kota-kota ini adalah rumah bagi 3,3 juta ponsel yang tidak terpakai.

Penelitian ini dilakukan oleh jaringan seluler yang dikelola komunitas, Giffgaff, yang memperjuangkan daur ulang ekonomi untuk telepon seluler. Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye jaringan ‘Periksa Laci Anda’, mendesak publik untuk mendaur ulang perangkat lama atau memperbaruinya dengan imbalan uang tunai – dengan opsi menyumbangkan uang tersebut untuk kegiatan komunitas.

Ash Schofield, CEO Giffgaff, mengatakan, ada banyak sekali ponsel lama yang tergeletak begitu saja, yang menghadirkan masalah skala raksasa dalam hal limbah elektronik. Ponsel ini masih dapat digunakan untuk orang lain dan dapat berisi komponen yang dapat memberikan kehidupan baru bagi perangkat lain.

“Inilah mengapa kami menjalankan kampanye ‘Periksa Laci Anda’, untuk mendorong penduduk agar mendapatkan kembali ponsel lama mereka dengan meluncurkan ekonomi sirkular untuk ponsel dan membangun model baru dan berkelanjutan untuk industri,” ujar Schofield, seperti dikutip Metro.co.uk, kemarin.

Studi tersebut menemukan bahwa warga London menghabiskan uang paling banyak per tahun untuk ponsel baru rata-rata £229,81 atau sekitar Rp4,3 juta. Mereka yang tinggal di Aberystwyth mengeluarkan uang paling sedikit per orang hanya £52,15 atau sekitar Rp1 juta.

Selain memiliki tingkat ponsel berlebihan tertinggi per rumah di Inggris, London juga memiliki item teknologi yang paling tidak terpakai secara keseluruhan. Rata-rata gadget rumah tangga di Ibu Kota Inggris ini memiliki 13 gadget,  termasuk dua ponsel, dua tablet, dan dua laptop. Rumah tangga Birmingham pada umumnya tidak ketinggalan dengan 11 perangkat teknologi, sementara rumah di Southampton memiliki rata-rata 10 gadget.

Juga diketahui bahwa alasan paling umum untuk mengganti ponsel lama adalah karena yang lama rusak (47 persen) dan karena tidak lagi didukung (25 persen) oleh perangkat lunak. Namun, selama lima tahun terakhir, 68 persen lebih cenderung menggunakan item teknologi lebih lama daripada mendapatkan model terbaru segera setelah dirilis. Ketika mereka selesai dengan ponsel lama mereka, sepertiganya mendaur ulangnya dan 17 persen menjualnya secara online.

Kurangnya pengetahuan menjadi penyebab lebih banyak orang yang tidak mendaur ulang perangkat mereka, karena 44 persen tidak tahu cara menghilangkan teknologi lama dengan cara yang meminimalkan dampak terhadap lingkungan. Penelitian Giffgaff yang dilakukan melalui OnePoll menemukan 73 persen akan tertarik pada skema di mana mereka menyumbangkan ponsel lama untuk amal untuk didaur ulang atau diperbarui. [*]

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close