Dum Sumus

Yuk Kenali Aplikasi Kekinian Clubhouse yang Lagi Booming

JERNIH – Pernah dengar aplikasi Clubhouse? Ya, aplikasi aplikasi berbasis audio yang diluncurkan Maret 2020 lalu di Silicon Valley itu mendadak populer dan digunakan para artis dan tokoh-tokoh dunia.

Pendiri Facebook Mark Zuckerberg sempat muncul di platform ini minggu lalu, berbicara tentang teknologi masa depan. Bahkan CEO SpaceX dan Tesla Elon Musk juga ikut hadir di Clubhouse akhir bulan lalu untuk membicarakan tentang hiruk pikuk perdagangan GameStop. Pada Clubhouse Musk ini, maksimal 5.000 orang yang ikut acara itu terlampaui dengan cepat dan kemudian membuka ruang tambahan sekunder.

Dikutip dari Aljazeera pada Rabu (17/2/2021), aplikasi yang muncul pada masa pandemi Covid-19 menjadi tempat yang cocok untuk membicarakan apa saja. Obrolan di Clubhouse bisa menjadi hal biasa, tetapi juga dapat diubah menjadi acara yang harus didengar jika seseorang yang terkenal muncul.

Sebenarnya platform ini sederhana. Begitu diundang untuk bergabung Clubhouse, Anda dapat memulai atau mendengarkan percakapan di ruang digital, mulai dari obrolan utama oleh seseorang yang terkenal hingga obrolan dalam kelompok kecil.

Aplikasi hanya tersedia di perangkat Apple dan berkembang dengan konsep FOMO (fear of missing out) atau takut ketinggalan. Sehingga jika tidak online saat percakapan terjadi, maka pembicaraan tersebut akan terlewatkan.

Dalam aplikasi ini tidak ada posting, tidak ada foto, tidak ada video, hanya audio. Anggap saja sebagai siaran podcast secara langsung, dengan kemungkinan bagi pendengar untuk ikut serta. Untuk mendapatkan undangan untuk bergabung dengan Clubhouse, pengguna Clubhouse yang sudah ada harus mengirim undangan dari aplikasi mereka, yang menambah eksklusivitas “klub”.

Meski belum genap satu tahun ini diluncurkan yang awalnya untuk beberapa orang terpilih, tetapi sekarang telah digunakan oleh sekitar dua juta orang setiap minggu. Aplikasi ini berkembang pesat karena portabilitasnya.

“Kami sekarang ingin membuka Clubhouse untuk seluruh dunia,” kata pendiri aplikasi Paul Davison dan Rohan Seth pada akhir Januari. Dengan dukungan lebih dari 180 investor setelah putaran baru penggalangan dana, Clubhouse saat ini bernilai sekitar US$1 miliar, menurut The Information, sebuah publikasi untuk eksekutif teknologi.

Booming yang terjadi pada Clubhouse sudah dibidik aplikasi besar yang sudah lama eksis. Twitter sedang menguji “Spaces” yaitu ruang obrolan audio di mana hingga 10 orang dapat berbicara dengan jumlah penonton yang tidak terbatas.

Facebook pun dikabarkan akan mencari penawaran serupa. New York Times pada Rabu (10/2/2021) melaporkan Facebook sekarang membangun versinya sendiri untuk aplikasi obrolan. [*]

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close