Bola ‘Tangan Tuhan Maradona’ yang Legendaris Dilelang dan Terjual Rp 59,95 Miliar

- Tahun 2022 dan 2023 bola yang sama juga dilelang, tapi nilai penjualannya di bawah prakiraan awal.
- Kali ini, penyelenggara lelang berharap menjual bola itu 8,6 juta euro atau Rp 177,7 miliar, tapi hanya laku Rp 59,95 miliar.
JERNIH — Adidas Azteca, bola yang digunakan dalam pertandingan Inggris-Argentina ketika Diego Maradona menciptakan gol tangan Tuhan di Piala Dunia 1986, dilelang dan terjual 2,9 juta euro, atau Rp 59,95 miliar.
Heritage Auctions, penyelenggara lelang yang diadakan di Texas, mengatakan nilai penjualan itu jauh dari perkiraan awal sebesar 8,6 juta euro atau Rp 177,7 miliar. Padahal, bola ini memiliki tempat istimewa dalam sejarah Piala Dunia dan sepak bola.
Sebelum lelang digelar, juru lelang Heritage Mike Provenzale menyebut bola itu sebagai barang yang benar-benar unik dan benda sepak bola yang paling penting yang pernah ada. Namun, promosi Provenzale sama sekali tak mendongkrak penjualan.
Tidak ada informasi siapa pembeli bola itu. Penyelenggara lelang dipastikan tidak akan menyebut nama pembeli dengan alasan keamanan.
Maradona, yang meninggal dunia pada tahun 2020, mencetak gol kontroversial itu saat pertandingan perempat final Piala Dunia antara Argentina dan Inggris di Stadion Azteca, Mexico City. Apa yang awalnya tampak seperti sundulan kepala ternyata — berdasarkan tayangan ulang gerak lambat — memperlihatkan Maradona menggunakan tangan untuk menyentuh bola melewati kiper Inggris Peter Shilton.
Wasit asal Tunisia Ali Ben Nasser — yang pernah memiliki bola tersebut — tidak melihat pelanggaran ‘handball’ itu dan mengesahkan gol Maradona.
“Sesuai instruksi FIFA yang dikeluarkan sebelum turnamen, saya meminta konfirmasi kepada hakim garis mengenai keabsahan gol; dia berjalan kembali ke garis tengah lapangan, yang menandakan bahwa dia yakin gol itu sah,” ujar Nasser.
Dia menambahkan: “Di akhir pertandingan, pelatih kepala Inggris Bobby Robson berkata kepada saya, ‘Anda melakukan tugas dengan baik, tetapi hakim garis itu tidak bertanggung jawab.'”
Maradona terkenal karena menyebut gol itu dicetak sedikit dengan kepala Maradona dan sedikit dengan tangan Tuhan. Dia kemudian mengakui bahwa ia sengaja menyentuh bola dengan tangannya, dan menyebut gol itu sebagai bentuk balas dendam simbolis terhadap Inggris setelah kekalahan negaranya dalam Perang Falkland 1982.
Hanya empat menit setelah gol Tangan Tuhan, Maradona mencetak gol tanpa memerlukan campur tangan ilahi. Ia menguasai bola di wilayah pertahanannya sendiri dan menggiring bola melewati hampir seluruh pemain bertahan Inggris sebelum menjebol gawang lawan. Gol ini kemudian dinobatkan FIFA sebagai ‘Gol Abad Ini’.
Argentina memenangkan pertandingan dengan skor 2–1 dalam perjalanan mereka meraih gelar juara Piala Dunia kali kedua.
Bola Adidas Azteca itu kali pertama dilelang tahun 2022. Saat itu nilai tawaran mencapai 2,37 juta dolar AS atau Rp 41,3 miliar, namun harga minimum yang ditetapkan penjual tidak tercapai. Bola itu kemudian ditawarkan kembali dalam lelang pada tahun 2023 dan tetap tidak terjual sesuai perkiraan.
Harga jual terakhir ini juga jauh di bawah angka 9,3 juta dolar AS (8 juta euro) yang dibayarkan untuk kaus Maradona dalam pertandingan yang sama. Kaus itu dilelang tahun 2022 di Sotheby, dan tercatat sebagai rekor penjualan tertinggi untuk memorabilia olahraga.
Bola Adidas Azteca ini juga gagal memecahkan rekor sebagai bola olahraga termahal. Rekor bola termahal masih dipegang bole ‘home run’ ke-50 milik bintang Los Angeles Dodgers; Shohei Ohtani, yang terjual 4,39 juta dolar AS atau Rp78,5 miliar pada tahun 2025.






