Crispy

1.348 Orang Tewas di Iran Sejak Dimulainya Agresi AS-Israel

JERNIH – Jumlah korban sejak dimulainya agresi AS-Israel terhadap negara itu telah meningkat menjadi 1.348 orang gugur dan lebih dari 17.000 orang terluka. Demikian diumumkan Organisasi Darurat Iran, Selasa (10/3/2026).=

Sekolah, rumah sakit , dan bangunan bersejarah  mengalami kerusakan parah akibat  serangan udara AS dan Israel di Iran sejak Sabtu lalu, dengan korban sipil terus meningkat, seperti yang ditunjukkan oleh citra satelit dan video yang diverifikasi BBC. Angka terbaru tersebut dirilis seiring dengan berlanjutnya serangan terhadap berbagai kota di Iran.

Koresponden Al Mayadeen di Teheran melaporkan bahwa lima warga sipil gugur setelah sebuah bangunan tempat tinggal menjadi sasaran di kota Arak selama serangan yang dilakukan pada subuh hari.

Televisi pemerintah Iran juga melaporkan bahwa 5 warga Iran tewas dan 7 kendaraan terbakar akibat serangan di Jalan Raya Baqeri, sebelah timur Teheran, di tengah agresi AS-Israel yang sedang berlangsung di seluruh Iran.

Eskalasi ini terjadi ketika Iran terus menanggapi agresi tersebut, dengan menargetkan posisi militer AS di kawasan itu dan lokasi-lokasi di wilayah Palestina yang diduduki, menurut para pejabat Iran.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan, mereka telah menghancurkan infrastruktur militer AS di seluruh wilayah tersebut dan memperingatkan bahwa Teheran pada akhirnya akan menentukan kapan perang yang sedang berlangsung akan berakhir.

Juru bicara IRGC, Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naieni, menekankan bahwa angkatan bersenjata Iran tetap sepenuhnya siap untuk melindungi sumber daya minyak dan keamanan kawasan tersebut.

“Pasukan kami sedang menunggu armada AS dan kapal induk USS Gerald R. Ford di Selat Hormuz,” kata Naieni, seraya mengisyaratkan kesiapan untuk konfrontasi lebih lanjut di salah satu titik rawan maritim paling penting di dunia.

Juru bicara tersebut menyatakan bahwa pasukan Iran telah menghancurkan semua infrastruktur militer AS yang penting di wilayah tersebut, menegaskan bahwa pertempuran akan berlanjut dan bahwa “Iranlah yang akan menentukan akhir dari perang ini.” 

Naieni menolak pernyataan yang dibuat Presiden AS Donald Trump tentang penghancuran aset militer Iran sebagai “kebohongan belaka dan perang psikologis,” menegaskan bahwa serangan Iran telah  menempatkan presiden AS dalam keadaan kebingungan dan ketidakberdayaan. Dia menambahkan bahwa Iran akan tetap teguh dengan tekad yang tak tergoyahkan meskipun agresi terus berlanjut.

Back to top button