AS Serang Venezuela, Tangkap Presiden Nicolas Maduro dan Istri

- Tidak ada warga AS tewas atau terluka, tapi tidak berkomentar soal korban jiwa di pihak Venezuela.
- Wapres Venezuela Delcy Rodriguez meminta Trump memberikan bukti Maduro masih hidup.
JERNIH — Pasukan AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istri selama serangan ke Caracas, ibu kota Venezuela, dan melarikannya ke luar negara itu.
Presiden AS Donald Trump, dalam pernyataan di Truth Social, menulis; “Pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, telah ditangkap bersama istri dan diterbangkan ke luar negaranya. Operasi ini dilakukan bersamaan dengan penegak hukum AS.
Trump melanjutkan; “Detail tambahan akan diberikan pada konferensi pers di Mar-a-Lago, Florida, pukul 11:00 pagi.
AS melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela. Tidak ada kabar apakah militer Venezuela bisa melawan, atau membiarkan dirinya ditaklukan.
Pejabat AS yang tak disebut namanya mengatakan kepada CBS bahwa operasi itu dilakukan oleh Delta Force, unit misi khusus utama Angkatan Darat AS. Delta Force terlibat dalam banyak operasi penting, termasuk penggrebekan pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi 2019 dan penangkapan PM Panama Manuel Noriega tahun 1989.
Tidak ada warga AS tewas atau terluka, tapi tidak berkomentar soal korban jiwa di pihak Venezuela. Operasi ini seolah sempurna sedemikian rupa.
Wapres Venezuela Delcy Rodriguez, yang akan menggantikan Maduro, mengatakan keberadaan kepala negara tidak diketahui. Ia meminta Trump memberikan bukti Maduro masih hidup.
AS telah lama berupaya menggulingkan pemerintahan Venezuela, dan menggantinya dengan boneka yang diinginkan, agar bisa menguasai ladang minyak negara itu. Sesuai Doktrin Monroe, Washington menginginkan tidak pun negara di Amerika Selatan berada di luar orbitnya, atau di bawah pengaruh negara lain.
Maduro, yang mewariskan kepemimpinan dari Hugo Chavez, tidak menghentikan ladang minyak jatuh ke tangan perusahaan AS. Satu-satunya perusahaan AS yang masih beroperasi di Venezuela adalah Chevron.






