Crispy

ASI Tak Pernah Menyebabkan Alergi

Jakarta – Wajah bayi Anda pernah merah-merah atau ruam akibat Air Susu Ibu (ASI)? Mungkin banyak Bunda yang menyangka bahwa kondisi ini terjadi karena bayi alergi ASI.

Menurut Dr.dr.Ray Wagiu Basrowi, MKK dari ILUNI Kedokteran Kerja FKUI, alergi pada anak bisa terjadi namun sangat jarang sekali timbul dari faktor ASI. “Selama ini ada anggapan yang salah tentang alergi ASI. Alergi ASI padahal tidak pernah ada. ASI-nya tidak memberikan alergi namun mungkin ada riwayat alergi dari orangtunya,” kata Ray saat ditemui di Jakarta, Jumat, (20/12/2019).

Masih menurutnya, timbulnya pipi merah pada bayi banyak dianggap karena ASI. Padahal, hal tersebut adalah sebuah mitos yang dianggap benar di masyarakat.

“Bisa saja, anak mengalami alergi dari luar. Ini bisa dipengaruhi juga dari faktor higienis dari luar. Mungkin saat Ibu keluar terkena alergi, kemudian di makan oleh anak,” tambahnya.

Menurut beberapa sumber, wajah bayi Anda seringkali disangka terjadi karena bayi alergi ASI. Namun sebenarnya, hal ini disebabkan oleh reaksi alergi terhadap makanan atau minuman yang dikonsumsi sang ibu.

Kasus bayi alergi ASI termasuk sedikit, sekitar 2-3 bayi dari 100 bayi yang menerima ASI esklusif mengalami hal ini. Gejala alergi ASI meliputi ruam di sekitar mulut atau anus, sakit perut, mual, muntah, diare, hingga sesak napas yang terjadi segera setelah menyusu dan berlangsung selama beberapa jam.

Biasanya, hal ini bisa diatasi dengan mengubah pola makan si ibu, menghentikan konsumsi makanan yang memicu reaksi alergi pada bayi. Untuk itulah ibu perlu memahami apa saja makanan yang bisa menjadi pemicu alergi pada bayi, bila si kecil alergi pada protein susu sapi, maka ibu harus menghindari semua makanan yang mengandung protein tersebut.

Masalah lain yang sering disalahartikan sebagai reaksi alergi terhadap ASI adalah intoleransi laktosa pada bayi. Gula dan laktosa dari protein susu yang dikonsumsi ibu bisa masuk ke tubuh bayi melalui ASI. Intoleransi laktosa terjadi karena tubuh bayi tidak bisa memproduksi cukup lactase untuk mencernanya dengan baik.

Kabar baiknya, kondisi ini hanya sementara dan bisa menghilang dengan sendirinya. Ibu juga tidak perlu mengurangi asupan makanan olahan dari susu sapi. Namun, bila reaksi alergi yang dialami bayi sangat parah, mungkin sebaiknya hindari dulu produk olahan susu seperti keju dan yogurt. [Zin]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close