Crispy

CAF Cabut Gelar Juara Piala Afrika 2026 Dari Senegal dan Diberikan Kepada Maroko

  • Kecuali Sadio Mane, seluruh pemain Senegal meninggalkan lapangan selama 15 menit sebagai aksi protes. Itulah yang membuat CAF memutuskan Senegal sebenarnya sudah kalah.
  • Pelajaran bagi semua agar nggak gampang ngambek, dan cepat tinggalkan gelanggang.

JERNIH — Masih ingat drama kemenangan Senegal atas Maroko di final Piala Afrika 2026 di Rabat, 18 Januari 2026 lalu?

Saat itu Senegal menang satu gol tanpa balas lewat perpanjangan waktu, tapi ada drama di babak kedua waktu normal. Wasit memberikan penalti kepada Maroko, pemain Senegal protes dan meninggalkan lapangan.

Sadio Mane, bintang Senegal, membujuk rekan-rekannya yang telah berada di ruang ganti untuk kembali ke lapangan dan melanjutkan pertandingan. Mane berhasil. Setelah 15 menit, pemain Senegal kembali ke lapangan dan melanjutkan pertandingan.

Brahim Diaz mengeksekusi penalti dan gagal. Di babak perpanjangan waktu, Senegal mencetak gol tunggal kemenangan dan membawa pulang trofi. Mane jadi pahlawan dan dibicarakan dunia.

Pertandingan final memang telah berakhir, tapi urusan belum selesai. Maroko membawa kasus ini ke pengadilan banding, dan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF), Selasa 17 Maret, memutuskan membatalkan kemenangan Senegal dan memberikan kemenangan 3-0 kepada Maroko.

CAF juga menjatuhkan denda lebih satu juta dolar AS kepada pemain dan ofisial Senegal yang kabaru dari lapangan, serta sejumlah pemain Maroko yang memprovokasi.

Namun, ini bukan keputusan akhir. Senegal bisa membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga Internasional untuk mengklaim statusnya.

Back to top button