Denza B5 Siap Menjadi SUV dengan “Lounge Berjalan”

Memahami Denza B5 adalah membayangkan sebuah SUV yang memiliki kenyamanan kabin layaknya jet pribadi, namun menyimpan ketangguhan sasis yang mampu menaklukkan tanjakan ekstrem 42 derajat.
WWW.JERNIH.CO – Kehadiran Denza B5 di pasar otomotif Indonesia adalah sebuah pernyataan tentang bagaimana teknologi elektrifikasi dapat bersinergi dengan kemampuan jelajah yang ekstrem. Sebagai sub-brand premium dari BYD yang lahir dari kolaborasi strategis dengan Mercedes-Benz, Denza B5 membawa standar baru dalam hal rekayasa teknis dan kemewahan.
Ada lima alasan fundamental mengapa Denza B5 layak menjadi pilihan utama, di luar pertimbangan nilai ekonomi maupun persaingan pasar konvensional.
Inovasi Platform DMO: Integrasi Off-Road dan Elektrifikasi
Salah satu alasan utama untuk memilih Denza B5 adalah penggunaan Dual-Mode Off-road (DMO) Platform. Berbeda dengan SUV pada umumnya yang hanya menambahkan penggerak empat roda pada sasis biasa, platform DMO dirancang khusus untuk menyatukan ketangguhan struktur body-on-frame dengan efisiensi sistem Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

Teknologi ini memungkinkan distribusi torsi yang sangat presisi pada setiap roda melalui motor listrik, memberikan kontrol traksi yang jauh lebih responsif dibandingkan sistem mekanis tradisional. Hal ini menciptakan karakter kendaraan yang “jinak” di kemacetan kota namun “buas” saat menghadapi medan terjal.
Teknologi Cell-to-Chassis (CTC) yang Revolusioner
Denza B5 menerapkan teknologi Cell-to-Chassis (CTC), di mana paket baterai Blade terintegrasi langsung ke dalam struktur rangka kendaraan. Langkah ini bukan hanya soal efisiensi ruang, tetapi secara signifikan meningkatkan rigiditas torsional bodi hingga tingkat yang luar biasa. Dampak langsung bagi pengemudi adalah stabilitas yang jauh lebih baik saat bermanuver di tikungan tajam serta perlindungan benturan yang lebih maksimal.

Dengan baterai yang menjadi bagian dari tulang punggung kendaraan, pusat gravitasi menjadi lebih rendah, meminimalisir gejala limbung yang sering menjadi kelemahan SUV berdimensi besar.
Suspensi Canggih DiSus-P untuk Segala Kondisi
Kenyamanan berkendara pada Denza B5 didukung oleh sistem DiSus-P Intelligent Hydraulic Suspension. Sistem ini merupakan salah satu suspensi paling cerdas di dunia otomotif saat ini, yang mampu menyesuaikan kekakuan dan ketinggian redaman secara real-time berdasarkan sensor jalan.

Saat berada di aspal mulus, suspensi akan memberikan sensasi berkendara yang lembut menyerupai sedan mewah. Namun, ketika sistem mendeteksi medan off-road atau tanjakan ekstrem hingga 42 derajat, suspensi secara otomatis mengeras dan menyesuaikan diri untuk menjaga stabilitas kabin, memberikan rasa percaya diri penuh bagi siapa pun yang berada di balik kemudi.
Kabin “Lounge Berjalan” dengan Audio Devialet
Di dalam kabin, Denza B5 menawarkan kemewahan yang berorientasi pada ketenangan panca indera. Penggunaan material Nappa Leather berkualitas tinggi dan panel kayu natural menciptakan atmosfer yang elegan dan hangat. Namun, daya tarik utamanya terletak pada sistem tata suara premium dari Devialet.

Dengan konfigurasi hingga 16 speaker yang ditempatkan secara presisi, sistem audio ini mampu menghasilkan suara yang jernih dan imersif, mengubah setiap perjalanan menjadi konser pribadi. Ditambah dengan fitur kursi pijat serta pendingin dan pemanas di setiap baris, kabin Denza B5 benar-benar berfungsi sebagai tempat peristirahatan yang nyaman di tengah hiruk-pikuk perjalanan jauh.
Fitur Cerdas “Climbing Mode” dan “Leopard Turn”
Alasan terakhir yang sangat memikat adalah kemudahan operasional dalam kondisi sulit melalui fitur cerdas seperti Climbing Mode dan Leopard Turn. Melalui fitur Climbing Mode, pengemudi cukup menjaga arah kemudi sementara komputer mengatur distribusi tenaga dan traksi secara otomatis untuk menaklukkan tanjakan curam tanpa perlu menginjak pedal gas.
Sementara itu, fitur Leopard Turn memungkinkan kendaraan melakukan putaran balik di ruang yang sangat sempit dengan memanfaatkan kontrol motor listrik untuk memutar roda dalam arah berlawanan. Inovasi fungsional seperti ini membuktikan bahwa Denza B5 tidak hanya mengandalkan estetika, tetapi juga solusi cerdas untuk tantangan mengemudi di dunia nyata.

Di pasar asalnya, Tiongkok, mobil yang mengusung platform DMO canggih ini dibanderol pada kisaran Rp630 juta hingga Rp770 jutaan. Namun, saat melangkah ke pasar Indonesia, harga tersebut diprediksi akan mengalami penyesuaian akibat skema pajak impor (CBU), biaya logistik, serta pajak barang mewah untuk kendaraan premium.
Kemungkinan jika masuk Indonesia bisa menembus angka Rp850 juta hingga Rp1,1 miliar (On-the-Road). Dengan harga segitu Denza B5 menawarkan alternatif yang jauh lebih terjangkau dibandingkan SUV mewah Eropa seperti BMW X3 atau Mercedes-Benz GLC yang kini sudah menyentuh angka Rp1,3 hingga Rp1,5 miliar.
Di saat yang sama, ia bersaing ketat dengan varian tertinggi SUV ladder frame Jepang namun dengan keunggulan teknologi suspensi hidrolik dan mesin PHEV yang jauh lebih modern. Bahkan, bagi para petualang, Denza B5 menjadi opsi sangat menggoda karena menawarkan kemampuan off-road yang mendekati ketangguhan Land Cruiser atau Defender, namun dengan nilai investasi yang hanya sepertiganya saja.(*)
BACA JUGA: Jaecoo J5 EV: SUV Listrik Kompak dengan Harga Menggoda
