Crispy

Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun, Siswa TK Bakal Menerima KIP di 2026

JERNIH – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI mengumumkan perluasan signifikan Program Indonesia Pintar (PIP). Mulai 2026, bantuan pendidikan yang selama ini diberikan mulai jenjang Sekolah Dasar (SD) akan diperluas hingga menyentuh anak-anak di tingkat Taman Kanak-kanak (TK).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, menyatakan perluasan ini sejalan dengan target ambisius pemerintah yakni pemberlakuan Wajib Belajar 13 Tahun yang akan dimulai pada tahun 2026.

“PIP yang selama ini dikhususkan untuk murid SD, SMP, dan SMA, mulai tahun depan akan diberikan untuk anak-anak di tingkat Taman Kanak-kanak,” kata Mu’ti di Jakarta, dikutip Kamis (23/10/2025). Program perluasan ini akan dilaksanakan bekerja sama dengan Kementerian Desa.

PIP dirancang untuk memastikan anak-anak usia sekolah dari keluarga miskin dan rentan miskin tetap memperoleh layanan pendidikan hingga tamat jenjang menengah. Hingga tahun 2025, program ini telah menjangkau 10,98 juta siswa dari berbagai jenjang, meliputi jalur formal (SD hingga SMA/SMK) dan jalur non-formal (Paket A, B, dan C), serta pendidikan khusus. Rincian penerima PIP tahun 2025 yakni siswa SD sebanyak 6.610.125, siswa SMP 2.829.818, Siswa SMA 697.668 dan Siswa SMK 845.226.

Selain perluasan KIP, Menteri Mu’ti juga menyampaikan langkah kementerian dalam penguatan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan karakter. Salah satunya adalah peluncuran Album Kicau, sebuah kompilasi lagu anak-anak hasil Lomba Cipta Lagu Anak yang dibuat oleh para guru TK.

Mu’ti berkelakar bahwa program ini penting karena adanya krisis lagu anak-anak yang autentik. “Saya sering bercanda, akibat kekurangan lagu anak-anak itu, anak-anak tidak lagi menyanyi lagu ‘Pelangi-pelangi alangkah indahmu’, tapi lebih hafal lagu ‘Ada pelangi di matamu’,” ujarnya, merujuk pada lagu-lagu dewasa yang kini didengar anak.

“Kami sudah meluncurkan tiga Album Kicau dalam rangka mengisi kekurangan lagu anak-anak. Sekarang sudah mulai dinyanyikan oleh anak-anak kita di taman kanak-kanak, di seluruh Indonesia,” tutup Mu’ti penuh harap.

Back to top button