Everton Tahan Imbang Manchester City, Lempangkan Jalan Arsenal

Langkah Manchester City tertahan dalam drama enam gol melawan Everton, memaksa sang juara bertahan pulang hanya dengan satu poin. Penampilan gemilang Jeremy Doku tak cukup untuk menutup celah lima poin yang kini memisahkan mereka dengan Arsenal.
WWW.JERNIH.CO – Persaingan gelar juara Premier League musim 2025/2026 kembali menyuguhkan plot twist yang mendebarkan. Di saat Manchester City diharapkan terus menempel ketat Arsenal, mereka justru harus tertahan dalam drama enam gol di markas Everton, Senin malam (4 Mei 2026).
Skor imbang 3-3 tidak hanya mencerminkan kegigihan tim asuhan Sean Dyche, tetapi juga memberikan “hadiah” luar biasa bagi Meriam London dalam perburuan takhta juara.

Jika ada satu nama yang layak disebut sebagai pahlawan sekaligus penghibur bagi pendukung The Citizens malam itu, ia adalah Jeremy Doku. Di tengah performa lini belakang City yang mendadak rapuh—termasuk kesalahan fatal back-pass dari Marc Guéhi yang berujung gol lawan—Doku tampil sebagai mesin perusak di sisi sayap.
Doku membuka keunggulan City di babak pertama melalui tendangan melengkung yang indah. Namun, ketika Everton berbalik unggul 3-1 lewat brace Thierno Barry dan sundulan Jake O’Brien, City tampak akan pulang dengan tangan hampa. Erling Haaland sempat memperkecil ketertinggalan, namun hingga menit ke-90, skor masih tertahan 3-2 untuk keunggulan tuan rumah.
Barulah pada masa injury time (menit ke-97), Doku kembali muncul sebagai juru selamat. Aksi individunya yang eksplosif diakhiri dengan penyelesaian klinis yang memaksa laga berakhir imbang.
Meski mencetak dua gol dan mendapatkan rating nyaris sempurna di berbagai media, ekspresi Doku di akhir laga tetap menunjukkan kekecewaan; satu poin bukanlah target mereka.
Hasil imbang ini mengubah peta persaingan secara signifikan. Dengan tambahan hanya satu poin, Manchester City kini mengoleksi 71 poin dari 34 pertandingan. Sementara itu, Arsenal tetap kokoh di puncak klasemen dengan 76 poin dari 35 laga.

Secara matematis, jarak antara kedua tim kini melebar menjadi lima poin dengan Arsenal yang mengoleksi 76 poin dari 35 laga sementara Manchester City mengantongi 71 poin dari 34 laga, sehingga meski City memiliki keunggulan satu tabungan pertandingan melawan Crystal Palace dan selisih gol sebesar +37 dibandingkan Arsenal yang mencapai +41, nasib gelar juara kini berada sepenuhnya di tangan tim Meriam London.
Artinya, meski City memenangkan laga tunda mereka, mereka tetap akan tertinggal dua poin dari Arsenal. Kini, kendali penuh berada di tangan Mikel Arteta. Jika Arsenal berhasil menyapu bersih tiga laga sisa mereka, maka trofi Premier League dipastikan akan mendarat di Emirates Stadium, terlepas dari apa pun hasil yang diraih pasukan Pep Guardiola.
Bagi City, hasil di markas Everton ini adalah alarm keras. Kehilangan poin dari posisi unggul menjadi momok yang harus segera diperbaiki Pep sebelum menjamu Brentford di laga berikutnya. Di sisi lain, Everton membuktikan bahwa di Premier League, tim papan tengah sekalipun bisa menjadi penentu siapa yang akan mengangkat trofi di akhir musim.
Pertanyaannya kini: Apakah Arsenal mampu menjaga momentum ini, ataukah akan ada drama susulan di sisa tiga pekan terakhir? Satu yang pasti, hasil imbang City ini telah membuat wajah Premier League musim ini jauh lebih merah daripada biru.(*)
BACA JUGA:Burnley VS Manchester City, The Citizen Kudeta Tahta Liga Premiere






