Facebook Menolak Jadi Alat Politik

Washington — Pemilu presiden AS masih satu tahun lagi, tapi Facebook mulai menyusun upaya untuk menjamin tidak lagi digunakan sebagai alat politik dan demokrasi di seluruh dunia.
Salah satunya, seperti dirilis Facebook, memasang pengaman khusus untuk para kandidat yang memantai akun masing-masing dari kemungkinan diretas. Facebook juga akan memberi label media yang dikontrol negara dan mengidentifikasi fakta dengan lebih jelas. Untuk semua ini, Facebook menginvestasikan 2 juta dolar AS.
Facebook juga mengumumkan telah menghapus empat jaringan akun palsu, yang mendapat dukungan informasi palsu berbasis di Rusia dan Iran. Jaringan-jaringan ini ditengarai berusaha mengganggu pemilu di AS, Afrika Utara, dan Amerika Latin.
Tahun lalu, Facebook menghapus 50 kelompok akun untuk memastikan tidak ada tempat bagi orang-orang yang mengganggu pemilu. “Pemilu telah berubah sejak 2016, Facebook juga,” kata CEO
Dipermalukan
Selama pemilihan presiden AS 2016 Facebook dipermalukan karena membiarkan orang menggunakan platform-nya untuk memanipulasi pemilih dan mencampuri demokrasi.
Facebook dikecam kandidat, legislator, regulator, dan pendukung politisi di seluruh dunia, dan mendapat banyak tuduhan; mulai dari mengganggu keamanan pemilu, dugaan anti-persaingan, dan pelanggaran privasi. Banyak yang mengkritik Facebook sebagai perusahaan outsized dan negatif.
Facebook kini meningkatkan pengawasan, dan akan melakukannya dengan benar pada pemilihan presiden AS tahun 2020. Tindakan ini sangat penting bagi Facebook, kendati tidak mungkin meredakan politisi dan pejabat pemerintah yang khawatir tentang pengaruh jejaring sosial ini.
Sebagai upaya memberantas informasi yang keliru, Facebook mengatakan akan menambahkan banyak label pada postingan debunk. Label itu ditempatkan di atas foro dan video yang dianggap hoax, atau keliru.
Namun, Facebook akan membuka diri kepada politisi yang mengiklankan diri sepanjang tidak menyebar informasi keliru.