[JERNIH TRAVEL] Jelajah Rasa Menikmati Lima Kuliner Khas Semarang

Dari gurihnya Bandeng Presto hingga manisnya Wingko Babat, intip perjamuan penuh warna yang siap memanjakan lidah Anda di sudut kota Semarang yang legendaris ini.
WWW.JERNIH.CO – Semarang selalu punya magnet tersendiri bagi para pemudik dan wisatawan, terutama saat libur Lebaran. Jika mampir, Anda bisa keluar tol Trans Jawa sejenak.
Kota Atlas ini bukan hanya kaya akan sejarah Kolonial, tetapi juga surga bagi para pecinta kuliner. Menjelajahi Semarang di hari raya kurang lengkap tanpa mencicipi hidangan legendaris yang memadukan akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa.
Tak perlu lama, cukup 3-4 jam Anda sudah dapat mencicipi dan membawa pulang aneka hidangan dan kudapan berikut.
Lumpia Gang Lombok
Lumpia adalah identitas Semarang, dan warung di Gang Lombok No. 11 adalah yang tertua serta paling autentik. Berlokasi tepat di samping Klenteng Tay Kak Sie, kedai ini telah dikelola secara turun-temurun selama lebih dari satu abad.

Lumpia ini terkenal karena isian rebungnya yang diolah dengan teknik khusus sehingga tidak berbau menyengat. Isinya padat, terdiri dari rebung manis, ebi (udang kering), dan telur.
Kulitnya tipis namun memberikan tekstur yang pas, baik saat disajikan basah maupun goreng. Pelengkapnya adalah saus kental cokelat yang manis-gurih, daun bawang mentah, dan cabai rawit.
Menuju Lokasi: Dari Simpang Lima, Anda bisa menuju ke arah kawasan Pecinan (Johar). Gunakan ojek daring atau mobil pribadi menuju Jalan Gang Lombok. Karena jalannya sempit dan ramai saat Lebaran, disarankan parkir di area sekitar Jalan Gajah Mada atau Jalan Pekojan, lalu berjalan kaki sedikit ke arah klenteng.
Estimasi Biaya: Siapkan dana sekitar Rp20.000 – Rp25.000 per biji. Jika ingin membeli satu besek (isi 10) sebagai oleh-oleh, siapkan sekitar Rp220.000.
Tahu Gimbal H. Edy (Taman Indonesia Kaya)
Tahu gimbal adalah hidangan yang menggabungkan berbagai tekstur dalam satu piring, dan warung Haji Edy di sekitar Taman Indonesia Kaya (eks Taman KB) adalah salah satu yang paling ikonik.

Hidangan ini terdiri dari tahu goreng, irisan kol mentah, tauge, lontong, telur, dan yang paling utama: Gimbal. Gimbal adalah bakwan udang goreng lebar yang sangat renyah. Semuanya disiram bumbu kacang kental yang ditumbuk kasar dengan aroma bawang putih dan petis yang kuat.
Menuju Lokasi: Lokasinya sangat strategis di pusat kota, tepatnya di Jalan Pandanaran II (Shelter Taman Indonesia Kaya). Sangat mudah dijangkau dari arah Simpang Lima hanya dengan berkendara selama 2 menit.
Estimasi Biaya: Satu porsi komplit dihargai sekitar Rp25.000 – Rp35.000. Jangan lupa mencicipi Es Durian di sekitar area ini yang dibanderol sekitar Rp30.000.
Bandeng Presto Juwana Elrina
Saat libur Lebaran, Jalan Pandanaran akan menjadi pusat kemacetan karena semua orang berburu oleh-oleh ini. Bandeng Presto Juwana Elrina adalah standar emas untuk olahan ikan di Semarang.

Keunikan utama adalah duri bandeng yang menjadi sangat lunak sehingga aman dikonsumsi seluruh bagian ikannya. Ikan bandengnya dipilih yang segar sehingga dagingnya tetap kenyal dan tidak hancur. Dalam satu kemasan, biasanya sudah disertakan sambal sachet khas yang pedas-manis.
Menuju Lokasi: Terletak di Jalan Pandanaran No. 57. Jika Anda menginap di tengah kota, cukup berjalan kaki atau naik transportasi umum menuju jalan utama ini. Saat puncak libur Lebaran, disarankan datang pagi hari (pukul 07.00 – 09.00) untuk menghindari antrean panjang.
Estimasi Biaya: Harga tergantung ukuran dan jenis pengemasan (vakum atau basah). Siapkan dana sekitar Rp90.000 – Rp160.000 per kilogram atau per kotak (biasanya isi 2-4 ekor).
Wingko Babat Cap Kereta Api
Meskipun namanya berasal dari kecamatan Babat di Lamongan, Wingko justru melegenda sebagai buah tangan nomor satu dari Semarang, khususnya merek Cap Kereta Api yang sudah ada sejak 1946.

Terbuat dari perpaduan tepung ketan dan kelapa muda parut yang dipanggang. Keunikannya terletak pada tekstur yang chewy (kenyal) dan aroma kelapa bakar yang sangat harum. Varian rasanya kini beragam, mulai dari original kelapa, nangka, cokelat, hingga pisang raja.
Menuju Lokasi: Toko pusatnya berada di Jalan Cendrawasih No. 14, kawasan Kota Lama Semarang. Lokasi ini sangat cocok dikunjungi sambil berwisata sejarah melihat bangunan kolonial.
Estimasi Biaya: Harga wingko satuan mulai dari Rp6.000, sedangkan untuk kemasan dus (isi 10-20 biji) berkisar antara Rp60.000 – Rp110.000.
Nasi Ayam Bu Wido
Jika Solo punya Nasi Liwet, Semarang punya Nasi Ayam. Salah satu yang paling populer untuk kuliner malam adalah Nasi Ayam Bu Wido di area Melati Selatan.

Nasi ayam ini disajikan dengan nasi gurih, suwiran ayam, sayur labu siam (jipang) yang dimasak pedas, telur pindang, krecek, dan siraman kuah opor kuning yang kental. Keunikannya ada pada lauk tambahan seperti sate usus, sate uritan, dan tahu bacem yang sangat meresap bumbunya.
Menuju Lokasi: Terletak di Jalan Gajahmada (Jl. Melati Selatan). Lokasinya cukup dekat dengan kawasan Simpang Lima. Karena tempatnya sederhana di trotoar (lesehan/tenda), suasana makan di sini sangat terasa “Semarang banget” saat malam hari.
Estimasi Biaya: Satu porsi nasi ayam sangat terjangkau, sekitar Rp15.000 – Rp25.000 (tergantung tambahan sate-satean yang Anda ambil).(*)
BACA JUGA: [JERNIH TRAVEL] Libur Lebaran Tiga Hari Dua Malam di Yogya






