Crispy

Keberhasilan Besar Australia: 4,7 Juta Akun Media Sosial Milik Anak Resmi Dihapus!

JERNIH – Pemerintah Australia secara resmi mengumumkan kemenangan besar dalam perang melawan dominasi teknologi global. Hanya satu bulan sejak pemberlakuan undang-undang larangan media sosial bagi anak di bawah umur, sebanyak 4,7 juta akun milik pengguna di bawah usia 16 tahun diblokir secara permanen dari berbagai platform raksasa.

Angka yang dirilis pada Jumat (16/1/2026) ini menjadi bukti pertama skala masif dari dampak kebijakan bersejarah yang diterapkan sejak Desember 2025 lalu. Menteri Komunikasi Australia, Michelle Rowland menyampaikan pesan tegas kepada para kritikus dan perusahaan teknologi global.

“Kami menatap langsung wajah semua orang yang mengatakan ini tidak mungkin dilakukan, beberapa perusahaan terkaya dan terkuat di dunia beserta para pendukungnya,” ujar Rowland kepada wartawan. “Kini, orang tua di Australia bisa merasa tenang karena anak-anak mereka mendapatkan masa kecil mereka kembali.”

Berdasarkan undang-undang ini, sepuluh platform raksasa termasuk Facebook, Instagram, TikTok, X (Twitter), YouTube, Reddit, hingga Twitch, wajib melakukan langkah nyata untuk menyingkirkan pengguna di bawah umur. Jika gagal, mereka terancam denda fantastis hingga 49,5 juta dolar Australia (sekitar Rp516 miliar).

Untuk memverifikasi usia, platform menggunakan berbagai metode canggih seperti erifikasi identitas dengan meminta salinan dokumen resmi, estimasi wajah berbasis kecerdasan buatan (AI) bekerja sama dengan pihak ketiga untuk memindai wajah pemegang akun serta analisis data yang bisa menarik kesimpulan dari pola aktivitas dan lama akun tersebut dimiliki.

Efek Domino Global

Komisioner eSafety Australia, Julie Inman Grant, menyebut angka 4,7 juta akun yang dinonaktifkan sebagai pencapaian luar biasa. Dari 2,5 juta warga Australia usia 8-15 tahun, riset sebelumnya menunjukkan bahwa 84% di antaranya memiliki akun media sosial. “Kami mencegah perusahaan media sosial predator mengakses anak-anak kami,” tegas Inman Grant.

Keberhasilan Australia ini kini menjadi pembicaraan hangat di panggung internasional. Perdana Menteri Anthony Albanese menyatakan rasa bangganya karena kebijakan ini mulai dicontoh oleh negara lain, termasuk Denmark yang berencana menerapkan aturan serupa bagi anak di bawah 15 tahun.

Meskipun sukses besar, kebijakan ini tidak lepas dari tantangan. Meta (induk Instagram dan Facebook) yang telah menghapus 550.000 akun dalam sehari, mengkritik bahwa larangan ini berisiko mendorong anak-anak pindah ke platform yang lebih kecil dan tidak terawasi keselamatannya.

Muncul juga laporan mengenai anak-anak yang berhasil mengelabui sistem verifikasi AI atau dibantu oleh saudara yang lebih tua untuk membuat akun baru. Namun, Inman Grant memantau bahwa meskipun ada lonjakan unduhan aplikasi alternatif, belum ada tren penggunaan jangka panjang yang signifikan.

Australia tidak berhenti di sini. Pada Maret mendatang, regulator berencana memperkenalkan pembatasan pertama di dunia untuk pendamping AI (AI Companion) dan chatbot, sebagai langkah lanjutan untuk melindungi integritas mental anak-anak di dunia daring.

Back to top button