Crispy

Liga Champions Barcelona VS Atletico; Barca Gagal Cetak Poin di Kandang

Mimpi Barcelona untuk mengamankan langkah di leg pertama perempat final Liga Champions harus sirna setelah dipukul mundur oleh taktik pragmatis Atletico Madrid dengan skor 0-2.

WWW.JERNIH.CO – Pertandingan leg pertama perempat final Liga Champions 2025/2026 antara Barcelona dan Atletico Madrid di Spotify Camp Nou (8/4/2026) berakhir dengan kejutan pahit bagi publik tuan rumah. Meski tampil dominan sejak menit awal, Blaugrana harus menyerah dengan skor 0-2 dari rival domestik mereka.

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Hansi Flick, mengingat timnya sedang dalam tren positif sebelum akhirnya terbentur oleh strategi pragmatis yang sangat efektif dari Diego Simeone.

Penyebab utama kekalahan Barcelona adalah hilangnya konsentrasi dan kerugian jumlah pemain di momen krusial. Sepanjang babak pertama, Barca sebenarnya menguasai jalannya laga dan sempat mencetak gol melalui Marcus Rashford, namun dianulir karena offside.

Petaka datang di menit ke-44 ketika bek muda andalan, Pau Cubarsi, menerima kartu merah langsung setelah melanggar Giuliano Simeone dalam situasi serangan balik cepat. Bermain dengan 10 orang memaksa Flick melakukan perubahan taktik yang mengorbankan ketajaman lini depan demi menjaga keseimbangan, namun hal itu justru membuat Atletico lebih leluasa mengontrol ritme.

Atletico Madrid sekali lagi membuktikan bahwa mereka adalah tim yang sangat efisien dan sabar. Keunggulan utama mereka terletak pada pertahanan berlapis yang dikoordinasikan dengan sangat baik oleh kiper Juan Musso, yang melakukan beberapa penyelamatan gemilang dari peluang emas Lamine Yamal dan Rashford.

Selain itu, kemampuan Atletico dalam memanfaatkan transisi cepat dan bola mati menjadi pembeda. Mereka tidak butuh banyak peluang untuk mencetak gol, melainkan hanya butuh satu atau dua celah kecil di lini pertahanan lawan untuk menghukum Barcelona.

Gol pertama Atletico lahir tepat setelah insiden kartu merah Cubarsi di penghujung babak pertama (menit ke-45). Julian Alvarez mengeksekusi tendangan bebas hasil pelanggaran tersebut dengan sangat sempurna. Bola melengkung indah ke pojok kiri atas gawang tanpa mampu dijangkau oleh kiper Joan Garcia.

Memasuki babak kedua, meski Barca mencoba membalas, Atletico berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-70. Gol ini berawal dari kerja sama apik di sisi kiri antara Antoine Griezmann dan Mateo Ruggeri. Ruggeri melepaskan umpan silang akurat ke jantung pertahanan yang langsung disambar oleh Alexander Sorloth melalui tendangan voli jarak dekat yang mengunci skor menjadi 2-0.

Secara historis di kancah Eropa (Liga Champions), ini adalah kekalahan ketiga Barcelona atas Atletico Madrid dari total tiga pertemuan di babak gugur. Sebelumnya, Atletico sukses menyingkirkan Barca pada perempat final musim 2013/2014 dan 2015/2016. Secara keseluruhan di semua kompetisi, Atletico telah meraih 80 kemenangan atas Barcelona dari 252 pertemuan.

Pasca pertandingan, Hansi Flick menyatakan kekecewaannya namun tetap optimis. “Kartu merah itu mengubah segalanya. Kami bermain sangat baik hingga menit ke-40, tetapi di level ini, kesalahan kecil berakibat fatal. Saya bangga dengan perjuangan tim dengan 10 pemain, dan kami yakin masih bisa membalikkan keadaan di leg kedua,” ujar Flick dalam konferensi persnya.

Tensi pertandingan yang tinggi terus berlanjut hingga peluit panjang dibunyikan. Di penghujung laga, tepatnya pada masa injury time, pemain Barcelona, Dani Olmo, diganjar kartu kuning oleh wasit Istvan Kovacs setelah melakukan protes keras dan pelanggaran taktikal untuk menghentikan serangan balik terakhir Atletico.

Kekalahan ini menuntut Barcelona untuk menang minimal selisih tiga gol di Metropolitano pekan depan jika ingin melaju ke semifinal.(*)

BACA JUGA: Empat Alasan Kekalahan Barca Dibantai Atletico Madrid 0-4 di Copa del Rey

Back to top button