Crispy

Megawati Dianugerahi Gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Putri Noura di Riyadh

  • Megawati diakui atas kepemimpinannya dan kontribusinya dalam bidang sosial dan hukum.
  • Dia telah menerima 10 gelar kehormatan lainnya dari lembaga-lembaga di Indonesia dan luar negeri.

JERNIH – Megawati Sukarnoputri, yang menjabat sebagai presiden kelima Indonesia dan merupakan satu-satunya kepala negara perempuan hingga saat ini, telah dianugerahi gelar doktor kehormatan oleh Universitas Putri Nourah bint Abdulrahman di Riyadh, menjadikannya warga negara asing pertama yang menerima gelar tersebut.

Megawati, putri sulung Presiden pertama Indonesia Sukarno dan ketua partai politik terbesar di negara itu, PDIP, menjabat sebagai presiden dari tahun 2001 hingga 2004. Megawati yang berusia 79 tahun itu dianugerahi gelar doktor kehormatan dalam bidang organisasi dan hukum di Riyadh pada hari Senin (9/2/2026) dalam sebuah upacara yang dipimpin penjabat rektor Universitas Putri Nourah, Dr. Fawzia bint Sulaiman Al-Amro.

“Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas upaya beliau selama masa kepresidenannya, kontribusi signifikan beliau di bidang sosial, organisasi, dan hukum, serta peran beliau dalam memperkuat kepemimpinan institusional di Indonesia,” kata universitas tersebut dalam sebuah pernyataan, mengutip ArabNews.

Ini adalah gelar doktor kehormatan ke-11 Megawati. Ia telah menerima gelar serupa dari universitas-universitas di Indonesia dan luar negeri, termasuk Institut Hubungan Internasional Negara Bagian Moskow pada tahun 2003 dan Universitas Soka Jepang pada tahun 2020. Ia juga telah dianugerahi gelar profesor kehormatan oleh beberapa institusi, termasuk oleh Institut Seni Seoul pada tahun 2022.

“Kita berkumpul di Universitas Putri Nourah bint Abdulrahman, sebuah universitas yang menjadi simbol kemajuan perempuan dalam pendidikan, pengetahuan, dan pengabdian masyarakat… Melihat begitu banyak perempuan cerdas, saya merasa sangat bangga,” kata Megawati dalam pidato penerimaannya.

“Pemberdayaan perempuan bukanlah ancaman bagi nilai-nilai, budaya, atau tradisi apa pun. Sebaliknya, itu adalah syarat bagi bangsa-bangsa yang percaya pada masa depan mereka… Bangsa yang hebat adalah bangsa yang mampu memanfaatkan seluruh potensi manusianya. Bangsa yang kuat adalah bangsa yang tidak membiarkan separuh kekuatan sosialnya terpinggirkan oleh sejarah.”

Megawati adalah pemimpin politik dengan masa jabatan terpanjang di Indonesia. Pemilihan presiden langsung pertama di Indonesia berlangsung selama masa kepresidenannya, yang mengkonsolidasikan transisi negara menuju demokrasi setelah jatuhnya Presiden Suharto yang berkuasa lama pada tahun 1998.

Back to top button