Crispy

Mengapa Tim Geypens Jadi “Anak Emas” Baru John Herdman?

Sektor kiri pertahanan Garuda kini punya penguasa baru. Tim Geypens, bek modern milik FC Emmen, resmi dipanggil John Herdman untuk memperkuat Timnas Indonesia di FIFA Series 2026.

WWW.JERNIH.CO –  Dinamika sepak bola modern mengenal  fleksibilitas taktis dan profil fisik pemain menjadi komoditas yang sangat berharga. Hal inilah yang mendasari keputusan berani pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, saat memasukkan nama Tim Geypens ke dalam daftar 41 pemain untuk ajang FIFA Series 2026. Pemanggilan bek muda ini bukan sekadar upaya regenerasi, melainkan langkah strategis untuk memperkuat kedalaman skuad Garuda.

Tim Henri Victor Geypens adalah pemain kelahiran Oldenzaal, Belanda, pada 21 Juni 2005. Memiliki garis keturunan Indonesia dari kakek pihak ibunya, Geypens telah resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) sejak Februari 2025.

Saat ini, Geypens merumput di kompetisi kasta kedua Belanda (Eerste Divisie) bersama FC Emmen. Ia bergabung dengan klub tersebut pada musim panas 2024 setelah menimba ilmu di akademi bergengsi, FC Twente dan Heracles Almelo.

Di FC Emmen, pemain setinggi 184 cm ini telah membuktikan kapasitasnya sebagai pemain muda potensial yang mampu bersaing di level profesional Eropa, dengan catatan penampilan yang konsisten baik sebagai starter maupun pemain pengganti.

Apa yang membuat John Herdman terpikat pada pemuda berusia 20 tahun ini? Setidaknya ada tiga keistimewaan utama. Antara lain soal versatilitas (multifungsi), meski posisi alaminya adalah bek kiri (left-back), Geypens memiliki kemampuan ofensif yang mumpuni.

Di FC Emmen, ia sering didorong lebih ke depan menjadi sayap kiri (left winger) atau gelandang kiri. Kemampuannya untuk mengisi seluruh koridor kiri lapangan memberikan fleksibilitas luar biasa bagi strategi Herdman.

Ia memiliki atribut fisik dan kaki kiri yang dominan. Dengan tinggi 184 cm, ia memiliki postur yang ideal untuk duel udara dan ketahanan fisik, standar yang sangat disukai Herdman dalam membangun tim yang tangguh. Sebagai pemain berkaki kiri kidal, ia memberikan sudut operan dan umpan silang yang natural dari sisi kiri.

Geypens dikenal memiliki work rate yang tinggi. Ia tidak hanya disiplin dalam bertahan, tetapi juga berani melakukan penetrasi ke area pertahanan lawan, sebuah elemen penting dalam skema transisi cepat.

Pemanggilan Geypens menjawab kebutuhan mendesak akan kedalaman skuad di sektor bek kiri. Selama ini, posisi tersebut sangat bergantung pada Calvin Verdonk. Kehadiran Geypens memberikan persaingan sehat sekaligus opsi pelapis yang sepadan.

Lebih jauh lagi, keberadaan Geypens memberikan efek domino pada pemain lain. Dengan adanya Geypens di sisi kiri, pemain seperti Nathan Tjoe-A-On dapat digeser lebih ke tengah untuk mengisi pos gelandang bertahan jika diperlukan, terutama saat pemain kunci seperti Thom Haye berhalangan tampil.

Herdman, yang dikenal dengan pendekatan taktis yang cair, membutuhkan pemain yang “pintar” secara posisi, dan Geypens masuk dalam kriteria tersebut.(*)

BACA JUGA: Garuda Miliki Nakhoda Baru, PSSI Resmi Tunjuk John Herdman Pimpin Timnas Senior dan U-23

Back to top button