Crispy

Mochtar Riady Jual One Raffles Place Singapura Seharga Rp 28 Triliun

One Raffles Place gedung ikonik di jantung Singapura. Desain seakan menjadi landmark yang terdiri dari dua tower dan pusat perbelanjaan.

WWW.JERNIH.CO – Taipan properti Indonesia, Mochtar Riady, melalui entitas bisnisnya OUE REIT (Real Estate Investment Trust),  tengah menjajaki rencana penjualan salah satu aset paling ikonik di Singapura, yakni gedung One Raffles Place. Rencana ini menjadi sorotan besar karena melibatkan aset properti kelas wahid (Grade A) di pusat keuangan global yang memiliki sejarah arsitektur yang sangat panjang.

One Raffles Place adalah simbol kemajuan ekonomi Singapura. Terletak tepat di jantung Central Business District (CBD) di atas stasiun MRT Raffles Place, kompleks ini terdiri dari tiga komponen utama yang terintegrasi, antara lain;

Tower 1 (Menara Utama): Selesai dibangun pada tahun 1986, menara setinggi 280 meter ini sempat menyandang predikat sebagai gedung tertinggi di dunia di luar Amerika Serikat pada masanya. Dirancang oleh arsitek legendaris Jepang, Kenzo Tange, menara 62 lantai ini memiliki desain unik yang terdiri dari dua struktur segitiga yang memberikan tampilan tajam dan elegan.

 Tower 2: Menara setinggi 38 lantai ini merupakan tambahan modern yang selesai dibangun pada tahun 2012. Berbeda dengan Tower 1, menara ini dirancang oleh putra Kenzo Tange, Paul Noritaka Tange, dengan fokus pada aspek keberlanjutan hingga mendapatkan sertifikasi Green Mark Platinum.

Shopping Mall: Podium ritel setinggi enam lantai yang menjadi salah satu pusat perbelanjaan terbesar di kawasan Raffles Place, melayani ribuan profesional dan wisatawan setiap harinya.

Secara total, kompleks ini memiliki luas area yang dapat disewakan (net lettable area) sekitar 860.000 kaki persegi. Keunggulannya bukan hanya pada ketinggian, melainkan juga lokasinya yang sangat strategis karena terhubung langsung dengan jaringan bawah tanah pusat finansial Singapura.

Langkah Mochtar Riady dan OUE REIT untuk melakukan divestasi atau penjualan aset ini merupakan bagian dari strategi manajemen aset proaktif.

OUE REIT bermaksud untuk melepaskan aset yang sudah “matang” dan telah mencapai nilai puncaknya. Hasil penjualan ini nantinya dapat digunakan untuk mendanai investasi di aset-aset baru yang memiliki potensi imbal hasil (yield) lebih tinggi atau untuk memperkuat neraca keuangan perusahaan.

Pasar properti komersial di Singapura pada akhir 2025 hingga awal 2026 menunjukkan tren penguatan yang signifikan. Penurunan suku bunga global yang mulai terjadi memberikan angin segar bagi investor institusi untuk kembali berburu aset besar. Mochtar Riady nampaknya ingin memanfaatkan “gairah” pasar ini untuk mendapatkan harga jual terbaik.

OUE REIT memegang saham efektif sekitar 68%, sementara sisanya dimiliki oleh mitra seperti United Overseas Bank (UOB). Rencana penjualan ini merupakan upaya kolektif para pemilik untuk melakukan exit besar-besaran di saat kondisi pasar sedang optimal.

Nilai yang dipatok untuk One Raffles Place tidak main-main. Berdasarkan laporan pasar terbaru per Februari 2026, properti ini ditaksir memiliki nilai pasar antara Rp28 triliun hingga Rp32 triliun. Harga ini mencerminkan nilai tanah yang sangat premium serta spesifikasi gedung Grade A yang tetap menjadi incaran perusahaan multinasional dan lembaga keuangan besar.

Jika transaksi ini terealisasi, maka penjualan One Raffles Place akan tercatat sebagai salah satu transaksi properti komersial terbesar di Singapura dalam satu dekade terakhir, menyaingi penjualan Asia Square Tower 2 beberapa tahun silam.(*)

BACA JUGA: Ini 15 Orang Terkaya Indonesia 2020 Versi Forbes

Back to top button