Crispy

Neil Young Bongkar “Kejahatan Besar” di Gedung Putih

Legenda rock yang dijuluki ‘Godfather of Grunge’ ini tidak lagi hanya bernyanyi. Lewat kecaman pedas yang menggetarkan publik, Neil Young menuduh Donald Trump sedang menghancurkan Amerika lewat tangan “staf sok tahu” dan “preman berseragam”.

WWW.JERNIH.CO –  Dunia musik rock kembali bergetar, namun kali ini bukan karena raungan gitar, melainkan karena pernyataan tajam dari sang legenda, Neil Young. Melalui sebuah editorial emosional di situs resminya, Times Contrarian, Young meluapkan kemarahannya terhadap kepemimpinan Donald Trump yang ia nilai tengah menyeret Amerika Serikat menuju jurang kehancuran.

“Harus menyingkirkan para fasis

Harus membersihkan Gedung Putih

Tidak ingin tentara di jalanan kita

Ada kejahatan besar di DC di Gedung Putih”

Begitulah cuplikan lirik lagu kemarahan Young.

Dengan nada bicara yang lugas dan berapi-api, Young menyebut kondisi Amerika saat ini sebagai sebuah “bencana”. Ia menuduh Trump sengaja memecah belah bangsa dan mengisi kursi pemerintahan dengan orang-orang yang tidak kompeten.

“Bangunlah, rakyat! Donald Trump menghancurkan Amerika sedikit demi sedikit,” tulis Young.

Ia tidak menahan diri dalam mengkritik jajaran staf kepresidenan yang ia anggap tidak berpengalaman, serta para anggota Kongres dari Partai Republik yang ia sebut bertindak tanpa hati nurani demi menjaga posisi mereka.

Bagi mereka yang tidak besar di era keemasan rock, Neil Young adalah sosok raksasa dalam sejarah musik. Musisi kelahiran Kanada ini dikenal sebagai salah satu penulis lagu paling berpengaruh sepanjang masa.

Sepanjang kariernya yang membentang lebih dari enam dekade, ia telah menorehkan prestasi yang luar biasa. Ia dua kali masuk Rock and Roll Hall of Fame, baik sebagai artis solo maupun sebagai anggota band Buffalo Springfield.

Kalau Anda besar di era musik grunge, dia lah si Godfather of Grunge. Young dijuluki “Bapak Musik Grunge” karena distorsi gitarnya yang kasar dan gaya bermusiknya yang mentah menjadi inspirasi utama bagi band-band besar era 90-an seperti Nirvana dan Pearl Jam. Kurt Cobain bahkan mengutip lirik lagu Young dalam surat terakhirnya.

Ia juga adalah pendiri Farm Aid, organisasi yang membantu petani kecil di AS, serta pendiri Bridge School untuk anak-anak dengan disabilitas fisik dan bicara yang parah.

Salah satu poin paling mengejutkan dalam tulisannya adalah kekhawatiran Young mengenai taktik politik Trump. Young percaya bahwa sang presiden sengaja menciptakan ketidakstabilan di kota-kota besar untuk memicu hukum darurat militer.

“Setiap langkah yang dia ambil adalah untuk membangun ketidakstabilan sehingga dia dapat tetap berkuasa,” tegas Young. Ia pun mengajak jutaan warga AS untuk turun ke jalan melakukan protes damai dengan satu senjata utama: Cinta.

Pesan utama Young adalah gunakan cinta kepada sesama dan masa depan anak cucu untuk melawan kebencian.

“Bangkitlah secara damai dalam jumlah jutaan. Sesuatu harus mengubah ini,” serunya menyarankan aksi.

Kemarahan Young bukan tanpa alasan. Editorial yang muncul lahir tak lama setelah insiden penembakan Renee Nicole Good oleh agen imigrasi (ICE) di Minneapolis. Young mengutuk tindakan tersebut dan menyebut para agen tersebut bertindak seperti “preman” dengan wajah tertutup.

Selain isu kekerasan, Young juga menyoroti kebijakan pemerintah lainnya yang dianggap kontroversial, seperti wacana pembelian Greenland. Lantas isu penghapusan perempuan dan orang kulit berwarna dari jajaran kepemimpinan militer.

Aksi ini sendiri bukan kali pertama Neil Young angkat bicara. Sebelumnya, ia telah merilis lagu berjudul “Big Crime” yang secara terang-terangan menyerang masa jabatan Trump. Dalam liriknya, ia dengan tegas menyuarakan pesan untuk “membersihkan” Gedung Putih dari apa yang ia sebut sebagai paham fasis.

Bagi Neil Young, perjuangan ini tak ada kaitan dengan urusan politik, melainkan upaya menyelamatkan jiwa Amerika yang menurutnya sedang berada di titik terdingin sepanjang sejarah.

Dari dalam negeri Trump mendapat tekanan besar dari rakyatnya sendiri. Ini bukti betapa kepemimpinan Trump sangat rapuh.(*)

BACA JUGA: Penyanyi Neil Young Gugat Presiden Donald Trump

Back to top button