Pasukan Israel Menahan Janda Komandan Hamas yang Tewas di Tepi Barat Bagian Utara

JERNIH – Tentara Israel menahan seorang janda pemimpin Hamas yang tewas pada tahun 1990-an, Jumat (10/1/2026) dengan tuduhan menggunakan bahasa yang menghasut terhadap Israel secara daring.
Hiyam Ayyash, janda Yahya Ayyash yang merupakan komandan di sayap bersenjata Hamas, Brigade Al-Qassam, ditangkap di Nablus di Tepi Barat yang diduduki. Mengutip sumber lokal, situs saudara The New Arab, Al-Araby Al-Jadeed mengungkapkan, pasukan Israel menggerebek lingkungan di kota itu, termasuk daerah Jabal al-Shamali, menggeledah beberapa rumah sebelum menahan Ayyash, yang berusia lima puluhan.
Menurut sumber-sumber tersebut, pihak militer memasang sebuah tanda di pintu masuk rumah Ayyash setelah penangkapannya, yang bertuliskan: “Ibu dari Al-Baraa telah ditangkap karena menghasut di internet,” disertai dengan gambar unggahan yang diduga berasal darinya di Facebook. Tidak jelas di mana dia ditahan.
Suaminya adalah salah satu pemimpin paling terkemuka dari Brigade Al-Qassam dan dibunuh oleh Israel di Gaza pada Januari 1996, dengan menggunakan telepon seluler yang dipasangi bahan peledak.
Sementara itu, sumber-sumber lokal mengatakan bahwa para pemukim Israel membakar sebuah sekolah di Desa Jalud, selatan Nablus, pada Jumat pagi, menghanguskan gimnasiumnya dan menyebabkan kerusakan material pada bangunan tersebut. Di barat laut Nablus, para pemukim juga membakar enam kendaraan Palestina di desa Bizzariya.
“Dini hari tadi, para pemukim membakar enam kendaraan Palestina di Bizzariya dan menyemprotkan slogan-slogan rasis di dinding beberapa rumah sebelum melarikan diri dari tempat kejadian. Api kemudian berhasil dipadamkan setelah warga terbangun,” kata mantan kepala dewan desa Bizzariya, Taysir Sfarini, kepada Al-Araby Al-Jadeed .
Kemudian pada hari itu, para pemukim dilaporkan memblokir jalan menuju komunitas Badui Khillat al-Sidra di dekat Desa Mukhmas, timur laut Yerusalem yang diduduki.
Menurut Pemerintah Provinsi Yerusalem Palestina, seperti yang dikutip oleh kantor berita WAFA , sekelompok pemukim menutup jalan menuju komunitas tersebut, yang telah berulang kali menjadi sasaran serangan pemukim dan pasukan Israel.
Serangan Israel meningkat di Tepi Barat sejak perang di Gaza pecah pada Oktober 2023. Menurut kementerian kesehatan Palestina, lebih dari seribu warga Palestina telah tewas di tangan pasukan Israel atau pemukim ekstremis sejak saat itu. Serangan siber meningkat tajam sejak awal tahun lalu, terutama dalam beberapa bulan terakhir .
Israel telah menduduki Tepi Barat sejak tahun 1967, dan lebih dari 500.000 warga Israel tinggal di permukiman ilegal di wilayah Palestina, tidak termasuk Yerusalem Timur yang dianeksasi Israel. Pemerintah sayap kanan Israel tetap melanjutkan persetujuan pembangunan lebih banyak permukiman meskipun mendapat kecaman global.






