Crispy

Pengacara HAM Meminta Netanyahu Ditangkap Saat Berkunjung ke Argentina

Netanyahu diketahui bertanggung jawab secara pidana sebagai pelaku kejahatan perang yang sengaja menyebabkan kematian karena kelaparan; kejahatan terhadap kemanusiaan seperti pembunuhan, penganiayaan, dan tindakan tidak manusiawi lainnya.

JERNIH – Pengacara hak asasi manusia (HAM) telah mengajukan pengaduan pidana di pengadilan federal Argentina, yang meminta penangkapan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu jika ia memasuki negara itu. Dijadwalkan Netanyahu akan berkunjung ke Argentina pada bulan September meskipun masih belum dikonfirmasi.

Pengaduan pidana yang diajukan di pengadilan federal Argentina, Jumat (29/8/2025) mengutip Reuters, menyerukan penangkapan Netanyahu di negara tersebut dan penyelidikan terhadap otoritas politik dan militer Israel atas insiden pada 23 Maret di mana 15 orang, di antaranya beberapa responden pertama yang membantu korban pemboman, dieksekusi.

Menurut laporan media, Netanyahu diperkirakan akan mengunjungi Argentina pada bulan September, meskipun pemerintah belum mengonfirmasi kunjungan tersebut. Surat kabar Argentina, Clarin, melaporkan ia mungkin akan meminta pertemuan dengan Presiden Javier Milei sementara kedua pemimpin berada di New York untuk menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada akhir bulan.

“Netanyahu diketahui bertanggung jawab secara pidana sebagai pelaku kejahatan perang yang sengaja menyebabkan kematian karena kelaparan; kejahatan terhadap kemanusiaan seperti pembunuhan, penganiayaan, dan tindakan tidak manusiawi lainnya,” demikian bunyi pengaduan yang diajukan pengacara hak asasi manusia Rodolfo Yanzon dan direktur Pusat Hak Asasi Manusia Palestina Raji Sourani.

Pada awal Agustus, Asosiasi Pekerja Negara (ATE) dan kelompok hak asasi manusia HIJOS mengajukan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu di pengadilan federal Argentina, karena pemimpin Israel tersebut menghadapi meningkatnya tekanan global atas genosida di Gaza.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza pada 30 Agustus, sejak 7 Oktober 2023, jumlah korban tewas akibat perang Israel di Gaza telah melonjak menjadi 63.371 warga Palestina, dengan tambahan 159.835 korban luka. Sejak 18 Maret 2025, jumlah warga Palestina yang tewas telah meningkat menjadi 11.240, dengan tambahan 47.794 korban luka.

Back to top button