Crispy

Perlombaan Senjata Kian Panas, AS Sukses Uji Roket untuk Rudal Hipersonik

  • Roket berbahan bakar padat, yang akan membawa kendaraan luncur rudal hipersonik, bekerja dengan baik.
  • Tiga kontraktor pertahanan AS makin kaya berkat perlombaan senjata.

JERNIH — Angkatan Laut AS, Kamis 28 Oktober, sukses menguji roket pendorong yang menggerakan kendaraan luncur senjata hipersonik.

“Kini, kami dalam jadwal uji terbang rudal hipersonik yang akan datang,” kata Vice Admiral Johnny Wolfe Jr, direktur Program Sistem Strategis Angkatan laut dan perancang utama rudal hipersonik. “Uji terbang dijadwalkan tahun fiskal 2022.”

AS yang memulai penelitian senjata hipersonik, tapi mereka tertinggal di belakang Rusia dan Cina. Setelah dua uji coba berhasil Cina, AS mulai kelabakan.

Jenderal Mark Milley, Kastaf Gabungan AS, mengatakan sukses uji tembak rudal hipersonik Cina mengubah karakter perang. Rudal hipersonil melesat lima kali kecepatan suara dan tidak mungkin terdeteksi radar.

Pekan lalu, uji roket pendorong untuk kendaraan luncur hipersonik di Kodiak, Alaska, gagal total. Namun dua uji coba yang digelar Angkatan Darat dan Angkatan Udara AS relatif berhasil.

Militer AS akan mengembangkan rudal hipersonik yang bisa diluncurkan dari darat, laut, dan udara. Rudal hipersonik terdiri dari motor roket padat tahap pertama, sebagai bagian pendorong rudal baru yang dikombinasikan dengan Common Hypersonic Glide Body (CHGB).

Uji roket padat ini menandai kali pertama motor roket tahap pertama, termasuk kontrok vektor dorong, bekerja dengan baik. Sistem kontrol vektor dorong memungkinkan motor roket bermanuver dalam penerbangan.

Fokus AS pada senjata hipersonik membuat Lockheed Martin Corp, Northorp Grumman Corp, dan Raytheon Technologies Corp meraup peningkatan pendapatan.

Back to top button