Ragam Ritual dan Ucapan Selamat Tahun Baru di Berbagai Negara

Setiap negara punya tradisi dan ritual disertai ucapan selamat tahun baru. Masing-masing menyimpan makna dan pesan. Berikut 20 di antaranya;
WWW.JERNIH.CO – Tahun baru bisa sama dan serentak, namun di berbagai negara tahun baru biasanya diselingi dengan ucapan yang berbeda-beda. Ini karena ada makna yang dibawanya.
Berikut beberapa ucapan dan makna ucapan selamat tahun baru dari berbagai negara;
1.Jepang: Akemashite Omedetou Gozaimasu
Di Jepang, Tahun Baru (Oshogatsu) adalah perayaan paling penting. Ucapan ini secara harfiah berarti “Selamat atas terbitnya fajar yang baru.”
Orang Jepang memiliki tradisi mengirim kartu pos bernama Nengajo. Kartu ini harus tiba tepat pada tanggal 1 Januari. Jika Anda mengucapkannya sebelum tanggal 1, kalimatnya berbeda, yaitu Yoi otoshi wo (Semoga tahunmu berakhir dengan baik).
Ucapan ini melambangkan rasa syukur karena telah berhasil melewati tahun yang lalu dan kesiapan menyambut cahaya pertama di tahun yang baru dengan hati bersih.
2. Spanyol: ¡Feliz Año Nuevo! dan 12 Butir Anggur
Di Spanyol dan banyak negara Amerika Latin, ucapan selamat tahun baru disertai dengan ritual yang sangat spesifik.
Sesaat sebelum tengah malam, setiap orang memegang 12 butir anggur. Setiap kali lonceng berbunyi, mereka memakan satu butir anggur sambil mengucapkan selamat. Jika berhasil memakan semuanya tepat waktu, mereka dipercaya akan beruntung sepanjang tahun.
Setiap butir anggur mewakili satu bulan di tahun mendatang. Ini adalah simbol doa agar setiap bulan dipenuhi dengan kemanisan dan keberuntungan.
3. Skotlandia: Hogmanay dan “First Footing”
Skotlandia memiliki perayaan tahun baru yang disebut Hogmanay, yang seringkali lebih meriah daripada Natal.
Ada tradisi First Footing. Orang pertama yang melintasi ambang pintu rumah setelah tengah malam harus membawa hadiah (biasanya batu bara, roti, atau wiski) untuk membawa keberuntungan.
Ucapan selamat di sini bukan sekadar kata-kata, tapi tindakan fisik untuk memastikan rumah tangga tersebut memiliki kehangatan (batu bara) dan makanan (roti) yang cukup sepanjang tahun.
4. Denmark: Melompat dari Kursi
Di Denmark, ucapan Godt Nytår! dibarengi dengan aksi fisik yang cukup mengejutkan bagi orang asing. Tepat saat tengah malam, orang-benar melompat dari atas kursi atau sofa ke lantai.
Secara simbolis, mereka “melompat” meninggalkan energi negatif tahun lalu dan mendarat di tahun yang baru dengan semangat segar. Ini melambangkan keberanian untuk menghadapi perubahan.
5. Yunani: Kalo Chimerino dan Delima
Di Yunani, perayaan tahun baru sangat berkaitan dengan tradisi keluarga dan keberuntungan rumah tangga.
Selain mengucapkan selamat, mereka membanting buah delima (podi) ke depan pintu rumah. Semakin banyak biji yang terpental keluar, semakin banyak keberuntungan yang didapat.
Delima adalah simbol kesuburan, kelimpahan, dan regenerasi sejak zaman kuno.
6. Italia: Buon Anno dan Tradisi Merah
Di Italia, perayaan tahun baru sangat berkaitan dengan gairah dan keberuntungan untuk masa depan. Selain makan lentil (kacang-kacangan) yang menyerupai koin emas, warga Italia memiliki tradisi mengenakan pakaian dalam berwarna merah pada malam tahun baru.
Warna merah dianggap sebagai simbol keberuntungan dan kesuburan. Mengenakannya saat bergantinya tahun dipercaya akan membawa cinta dan kemakmuran di tahun yang akan datang.
7. Brasil: Feliz Ano Novo dan Persembahan untuk Laut
Brasil memiliki salah satu pesta tahun baru paling ikonik di dunia, terutama di Pantai Copacabana. Semua orang mengenakan pakaian serba putih. Banyak orang juga pergi ke tepi laut untuk melompati tujuh ombak kecil sambil membuat keinginan, serta melarungkan bunga ke laut untuk Dewi Laut, Yemanjá.
Pakaian putih melambangkan perdamaian dan kemurnian. Melompati ombak adalah cara memohon kekuatan spiritual untuk mengarungi tahun yang baru.
8. Belanda: Gelukkig Nieuwjaar dan Menyelam di Air Es
Masyarakat Belanda memiliki cara yang sangat “dingin” untuk menyambut tahun baru. Ribuan orang berkumpul di pantai (seperti Scheveningen) untuk tradisi Nieuwjaarsduik atau terjun ke air laut yang membeku tepat pada tanggal 1 Januari.
Ini adalah bentuk pembersihan diri dan ujian keberanian. Setelah berenang kedinginan, mereka biasanya menikmati sup kacang polong panas (erwtensoep) sebagai simbol kebersamaan.
9. Filipina: Manigong Bagong Taon dan Serba Bulat
Di Filipina, malam tahun baru adalah perayaan visual yang penuh dengan bentuk lingkaran. Keluarga akan menyajikan 12 jenis buah berbentuk bulat di atas meja. Selain itu, banyak orang memakai pakaian bermotif polkadot (bintik-bintik bulat) dan mengantongi koin.
Bentuk bulat melambangkan koin uang atau kemakmuran. Dengan 12 buah (satu untuk setiap bulan), mereka berharap aliran uang dan rezeki tidak terputus sepanjang tahun.
10. Jerman: Guten Rutsch! dan Ramalan Timah
Ucapan tahun baru di Jerman sangat unik, yaitu “Guten Rutsch!” yang secara harfiah berarti “Luncuran yang baik (ke tahun baru)”. Tradisi Bleigießen atau menuangkan timah cair. Mereka melelehkan sedikit timah di atas lilin lalu menjatuhkannya ke air dingin.
Bentuk timah yang membeku kemudian diartikan sebagai ramalan nasib di tahun depan (misalnya, bentuk hati berarti cinta, bentuk jangkar berarti bantuan). Ini melambangkan rasa penasaran dan harapan manusia terhadap misteri masa depan.
11. Turki: Mutlu Yıllar dan Menabur Garam
Turki memiliki tradisi yang tenang namun sarat akan simbolisme rumah tangga yang baik.
Tepat saat lonceng tengah malam berbunyi, banyak orang membuka pintu depan rumah mereka dan menaburkan garam di ambang pintu. Ada juga yang membelah buah delima tepat di depan pintu.
Menabur garam dipercaya mendatangkan kedamaian dan kelimpahan (berkat) bagi seluruh penghuni rumah sepanjang tahun tersebut.
12. Kolombia: ¡Próspero Año Nuevo! dan Koper Kosong
Bagi warga Kolombia yang suka jalan-jalan, ada tradisi yang sangat menyenangkan untuk dilakukan saat tengah malam. Orang-orang akan mengambil koper kosong dan berlari berkeliling komplek perumahan mereka secepat mungkin setelah tengah malam.
Ini adalah doa agar di tahun yang baru, mereka mendapatkan banyak kesempatan untuk bepergian atau traveling ke tempat-tempat baru.
13. Meksiko: ¡Feliz Año Nuevo! dan Warna Keinginan
Masyarakat Meksiko memiliki tradisi yang sangat visual untuk menentukan target hidup mereka di tahun depan. Selain makan anggur, mereka memilih warna pakaian dalam berdasarkan keinginan spesifik: merah untuk cinta, kuning untuk kekayaan/uang, hijau untuk kesehatan, dan putih untuk perdamaian.
Ini adalah bentuk manifestasi visual. Dengan memakai warna tersebut, mereka memfokuskan energi mereka pada satu tujuan utama di tahun yang baru.
14. Ekuador: ¡Año Viejo! dan Membakar Boneka
Ekuador memiliki salah satu tradisi paling dramatis di Amerika Selatan yang disebut Año Viejo. Orang-orang membuat boneka jerami besar yang menyerupai tokoh politik, karakter film, atau monster. Tepat tengah malam, boneka-boneka ini dibakar di tengah jalan.
Membakar boneka melambangkan penghancuran segala hal buruk dan sial yang terjadi di tahun lalu agar tidak ikut terbawa ke tahun yang baru.
15. Rumania: An Nou Fericit dan Tarian Beruang
Di pedesaan Rumania, tradisi tahun baru terasa sangat kuno dan mistis. Ada tradisi “Tarian Beruang” (Ursul). Orang-orang mengenakan kostum kulit beruang asli dan menari mengikuti irama drum di jalanan.
Beruang dianggap sebagai hewan pelindung dan simbol penyembuhan. Tarian ini dimaksudkan untuk mengusir roh jahat dan menyucikan tanah untuk tahun mendatang.
16. Swiss: En guets Neuis dan Menjatuhkan Es Krim
Swiss memiliki tradisi yang mungkin terdengar “berantakan” namun sangat bermakna. Di beberapa daerah, masyarakat merayakan tahun baru dengan menjatuhkan satu sekop es krim ke lantai.
Meskipun terlihat mubazir, hal ini dipercaya membawa keberuntungan, kedamaian, dan kelimpahan bagi rumah tangga tersebut sepanjang tahun.
17. Finlandia: Hyvää Uutta Vuotta dan Lelehan Timah (Versi Nordic)
Mirip dengan Jerman, Finlandia memiliki tradisi meramal masa depan melalui logam. Mereka melelehkan timah kecil berbentuk sepatu kuda di atas api, lalu menuangkannya ke ember berisi air dingin. Bentuk yang dihasilkan dianalisis di bawah cahaya lilin untuk melihat bayangannya.
Jika bentuknya bergerigi, artinya uang. Jika bentuknya halus, artinya tahun yang tenang. Ini adalah aktivitas sosial keluarga yang sangat populer.
18. Afrika Selatan: Happy New Year dan Melempar Perabotan
Di beberapa wilayah di Johannesburg, perayaan tahun baru bisa menjadi sedikit ekstrem. Ada tradisi lama di mana orang-orang melemparkan perabotan lama (seperti kursi atau televisi rusak) keluar dari jendela gedung-gedung tinggi.
Ini adalah simbolisme radikal dari “membuang yang lama untuk memberi ruang bagi yang baru.” (Meskipun sekarang dilarang karena alasan keamanan, nilai simbolisnya tetap dikenal).
19. Armenia: Shnorhavor Nor Tari dan Roti Keberuntungan
Di Armenia, dapur menjadi pusat perayaan tahun baru. Para ibu rumah tangga memanggang roti khusus yang disebut “Tarehats”. Di dalam adonan roti, mereka menyembunyikan sebuah koin atau manik-manik.
Siapa pun yang mendapatkan potongan roti berisi koin tersebut dianggap akan menjadi orang paling beruntung di keluarga itu selama setahun penuh.
20. Chili: ¡Feliz Año Nuevo! dan Menginap di Pemakaman
Di kota Talca, Chili, terdapat salah satu tradisi paling mengharukan dan unik di dunia. Masyarakat setempat merayakan malam tahun baru di pemakaman bersama keluarga yang sudah meninggal. Mereka membawa kursi, makanan, dan lilin untuk menemani mendiang kerabat.
Ucapan selamat tahun baru di sini mencakup mereka yang telah tiada. Maknanya adalah menjaga koneksi keluarga tetap utuh, karena tahun baru bukan hanya tentang masa depan, tapi juga menghormati leluhur yang telah membentuk kita.(*)
BACA JUGA: Rahasia di Balik Malam Tahun Baru: Kisah Pergeseran Waktu yang Mengubah Dunia





