Selamat Jalan Donny Fattah, Penjaga Nyawa Rock Indonesia

Donny Fattah, sang arsitek harmoni di balik kemegahan God Bless, telah menyelesaikan pertunjukan terakhirnya di dunia. Pembetot bas yang menjaga beat-beat God Bless tetap terasa rock yang lokal.
WWW.JERNIH.CO – Dunia musik Indonesia kembali berduka. Salah satu pilar utama genre rock tanah air, Donny Fattah Gagola, atau yang lebih dikenal sebagai Donny Fattah, telah berpulang. Kepergian sang pencabik bas legendaris dari band God Bless ini menyisakan celah besar dalam sejarah musik nasional, mengingat kontribusinya yang begitu fundamental dalam membentuk karakter rock di Indonesia selama lebih dari lima dekade.
Donny Fattah menghembuskan napas terakhirnya setelah berjuang melawan gangguan kesehatan yang cukup serius di masa tuanya. Diketahui, Donny memiliki riwayat penyakit jantung yang cukup panjang. Sejak tahun 2022, kondisinya mulai menurun drastis yang membuatnya harus menjalani prosedur operasi pemasangan ring hingga perawatan intensif.
Kesehatan jantung yang tidak stabil ini memaksa Donny untuk sering absen dari panggung-panggung besar God Bless. Meskipun semangatnya untuk bermusik tetap menyala, keterbatasan fisik akhirnya membuat sang legenda harus beristirahat total hingga waktu kepulangannya.
Lahir pada 24 September 1949, Donny Fattah tidak langsung berada di puncak popularitas. Ia memulai karir musiknya dengan penuh dedikasi, mengeksplorasi berbagai genre sebelum akhirnya berlabuh di aliran rock. Perjalanan karirnya bersama God Bless dimulai sejak awal pembentukan band tersebut pada tahun 1973.

Bersama Ahmad Albar (vokal) dan Fuad Hassan (drum), Donny menjadi salah satu formasi awal yang merumuskan identitas God Bless. Donny adalah arsitek harmoni. Gaya permainannya yang lincah, teknis, namun tetap bertenaga menjadi ciri khas yang sulit ditiru.
Di saat banyak pemain bas hanya menjadi “pelengkap” di latar belakang, Donny muncul dengan performa yang menonjol, memberikan nyawa pada setiap dentuman ritme lagu-lagu rock progresif yang diusung kelompok ini.
Donny Fattah secara resmi mulai mengurangi aktivitas panggungnya bersama God Bless sejak awal tahun 2022. Keputusan ini diambil murni karena alasan kesehatan yang tidak memungkinkannya untuk menanggung beban fisik konser berdurasi panjang. Meskipun secara administratif ia tetap dianggap sebagai bagian dari keluarga besar God Bless, perannya di atas panggung harus digantikan.
Untuk mengisi kekosongan posisi pemain bas saat konser, God Bless menunjuk Arya Setyadi sebagai additional player. Arya, yang juga memiliki latar belakang musikalitas yang kuat, dipercaya untuk menjaga “nyawa” dentuman bas yang selama ini dijaga oleh Donny. Meski ada sosok baru di atas panggung, Ahmad Albar dan personel lainnya selalu menegaskan bahwa kursi bas God Bless secara spiritual akan selalu milik Donny Fattah.
Selain pemain instrumen, ia adalah seorang komposer ulung. Banyak lagu hits God Bless yang lahir dari tangan dinginnya, baik sebagai pencipta tunggal maupun hasil kolaborasi. Karya-karyanya dikenal memiliki lirik yang dalam dengan aransemen yang kompleks.
Beberapa lagu monumental ciptaan atau hasil kontribusi besar Donny Fattah di antaranya Semut Hitam, lagu ini merupakan salah satu anthem rock terbesar di Indonesia yang menyoroti kehidupan sosial. Lalu, Musisi, sebuah lagu progresif yang menunjukkan kepiawaian teknik Donny dalam menyusun komposisi yang rumit.
Selanjutnya Setan Jalanan, lagu yang menggambarkan kehidupan liar dan energi rock yang meledak-ledak. Hingga Menjilat Matahari yang menunjukkan sisi puitis sekaligus garang dari seorang Donny Fattah.
Kepergian Donny Fattah adalah hilangnya salah satu perpustakaan hidup musik rock Indonesia. Namun, melalui petikan bas dalam rekaman-rekaman abadi dan lagu-lagu ciptaannya yang terus dinyanyikan, Donny Fattah tidak akan pernah benar-benar pergi. Ia telah memahat namanya di atas batu karang musik Indonesia, permanen dan tak tergantikan.(*)
BACA JUGA: Konser 7 Ruang, dari Ciledug ke Seluruh Dunia

