CrispyVeritas

Tentara Israel yang Dibebaskan Buka Suara, Hamas Izinkan Berdoa dan Memberinya Taurat

Perlakuan terhadap tahanan oleh sayap militer Hamas, Brigade Qassam, kerap menarik perhatian publik. Dalam rilis sebelumnya, para tawanan yang dibebaskan terlihat mengucapkan selamat tinggal kepada para pejuang yang menjaga mereka, sambil melambaikan tangan saat mereka pergi.

JERNIH – Seorang tentara Israel yang baru-baru ini dibebaskan Hamas mengatakan kelompok bersenjata itu telah mengizinkannya melakukan doa Yahudi dan memberinya sebuah Taurat selama penahanannya di Gaza .

Matan Angrest, yang dibebaskan awal pekan ini mengatakan bahwa ia telah meminta kepada para penculiknya tefillin (kertas lipat orang Yahudi saat berdoa), buku doa, dan gulungan Taurat. Hamas kemudian memenuhi keinginannya membawa barang-barang tersebut, diambil dari tempat-tempat yang sebelumnya diduduki tentara Israel di Gaza.

Angrest kepada Channel 13 Israel mengatakan, ia telah berdoa tiga kali sehari saat ditahan di terowongan dan selamat dari beberapa serangan udara Israel yang menghantam daerah dekat tempatnya ditahan.

Perlakuan terhadap tahanan oleh sayap militer Hamas, Brigade Qassam, kerap menarik perhatian publik. Dalam rilis sebelumnya, para tawanan yang dibebaskan terlihat mengucapkan selamat tinggal kepada para pejuang yang menjaga mereka, sambil melambaikan tangan saat mereka pergi.

Kelompok tersebut telah berulang kali mengatakan bahwa mereka berupaya menyelamatkan nyawa para tawanan dan memperingatkan bahwa pemboman “tanpa pandang bulu dan berdarah” Israel di Gaza membahayakan mereka.

Dalam dua tahun terakhir, operasi militer Israel di Gaza telah menyebabkan tewasnya 26 tawanan yang terbunuh, baik yang meninggal karena pemboman atau karena kondisi penahanan mereka. Hamas telah menangkap sekitar 251 tawanan selama serangannya terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.

Salah satu insiden paling menonjol terjadi pada bulan Desember 2023, ketika tentara Israel membunuh tiga tawanan Israel saat sedang mengibarkan bendera putih, yang kemudian diakui oleh tentara Israel sebagai kesalahan.

Pada 9 Februari 2024, militer mengatakan sebuah investigasi menunjukkan bahwa seorang tawanan bernama Yossi Sharabi, dari Kibbutz Be’eri di dekat perbatasan Gaza, “kemungkinan tewas” dalam serangan udara Israel. Pihak kibbutz telah mengumumkan kematian Sharabi sebulan sebelumnya.

Sejak Senin, Hamas telah membebaskan 20 tawanan Israel hidup-hidup dan, pada Rabu malam, telah menyerahkan jenazah 10 orang lainnya sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata Gaza.

Kelompok itu mengatakan mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk mengevakuasi jenazah-jenazah yang tersisa karena kurangnya peralatan. Ini karena pemboman besar-besaran Israel di daerah kantong itu telah menyebabkan kerusakan besar-besaran, membuat akses ke area tertentu sangat berbahaya atau bahkan mustahil.

Israel telah membebaskan 250 warga Palestina yang menjalani hukuman seumur hidup, bersama dengan 1.718 lainnya yang ditahan di Gaza setelah 8 Oktober 2023. Gambar tawanan Israel saat dibebaskan awal minggu ini menunjukkan mereka tersenyum dan bersih, sangat kontras dengan penampilan tahanan Palestina.

Rekaman tahanan Palestina yang dibebaskan Israel menunjukkan mereka tampak kelelahan akibat penahanan yang lama dan penyiksaan di penjara-penjara Israel. Kelompok-kelompok hak asasi manusia sudah sejak lama melaporkan adanya kekerasan fisik, termasuk pemerkosaan, penyerangan, dan perampasan kebutuhan dasar seperti makanan dan obat-obatan.

Lebih dari 10.000 warga Palestina masih dipenjara di Israel, di antaranya anak-anak dan wanita, banyak yang ditahan di bawah “penahanan administratif”, tanpa dakwaan atau pengadilan.

Didukung oleh Amerika Serikat, perang Israel di Gaza sejak 8 Oktober 2023 telah menewaskan sedikitnya 67.913 orang dan melukai 170.134 lainnya – kebanyakan dari mereka wanita dan anak-anak.

Back to top button