Titik Terang Drama Hukum Grup K-Pop NewJeans

Dunia K-Pop kian sarat dengan persoalan hukum. Tidak hanya soal royalty lagu yang muncul ke meja hijau. Bahkan soal manajemen artis pun bisa melibatkan pak hakim.
JERNIH – Setelah hampir setahun terperangkap dalam sengketa hukum yang melibatkan label mereka, ADOR, dan perusahaan induk raksasa HYBE Corporation, grup K-Pop global NewJeans (beranggotakan Minji, Hanni, Danielle, Haerin, dan Hyein) secara resmi kembali ke aktivitas di bawah naungan ADOR. Keputusan ini diambil setelah serangkaian putusan pengadilan yang menegaskan validitas kontrak eksklusif mereka hingga tahun 2029.
Konflik ini meletus menjelang akhir tahun 2024 dan memuncak pada 2025, ketika pendiri dan mantan CEO ADOR, Min Hee-jin, berselisih dengan HYBE. Konflik ini mendorong kelima anggota NewJeans untuk secara terbuka mendukung Min Hee-jin dan berusaha mengakhiri kontrak mereka dengan ADOR. Mereka mengajukan tuntutan pemutusan kontrak, mengutip kekosongan manajemen setelah pemecatan Min Hee-jin.

Namun, drama hukum tersebut menemukan titik terang setelah Pengadilan Distrik Pusat Seoul, dan diikuti oleh Pengadilan Tinggi, menolak gugatan NewJeans. Pengadilan secara tegas memutuskan bahwa kontrak eksklusif grup tersebut dengan ADOR sah dan berlaku. Pengadilan juga menyetujui permintaan ADOR agar setiap anggota wajib membayar denda signifikan, diperkirakan mencapai 1 miliar Won (sekitar Rp11,7 miliar) per pelanggaran, jika mereka terlibat dalam kegiatan hiburan tanpa persetujuan agensi.
Setelah putusan ini, para anggota mengonfirmasi bahwa mereka akan mematuhi keputusan pengadilan dan kembali ke ADOR, mengakhiri ketidakpastian yang telah membuat mereka tidak aktif dalam kegiatan publik dan musik besar selama proses hukum.
Meskipun menghadapi sengketa, status NewJeans sebagai fenomena global tidak pudar. Status finansial mereka, yang diungkap melalui laporan ADOR, menunjukkan kekayaan yang sangat besar untuk grup yang baru debut pada tahun 2022.
NewJeans termasuk girl band K-Pop dengan bayaran fantastis. Pada tahun 2023, ADOR tercatat melakukan pembayaran kepada artis sebesar 26,1 miliar Won (sekitar Rp 318 miliar). Karena NewJeans adalah satu-satunya artis di bawah label tersebut, jumlah ini merepresentasikan pendapatan yang dibayarkan kepada kelima anggota.
Agensi NewJeans jelas untung. Keberhasilan NewJeans mendorong pendapatan tahunan ADOR mencapai 110,3 miliar Won pada tahun 2023, menjadikan ADOR salah satu label dengan pendapatan tertinggi di bawah HYBE.

Grup ini dikenal sebagai “Queen of Endorsement” dan telah menjalin kontrak dengan merek-merek mewah global seperti Chanel, Louis Vuitton, Gucci, dan Burberry, yang semakin memperkuat nilai pasar dan kekayaan bersih mereka.
NewJeans adalah girl group K-Pop generasi keempat yang didebutkan oleh label ADOR (sub-label HYBE) pada 22 Juli 2022. Mereka terkenal dengan konsep Y2K yang segar, musik yang easy listening, dan strategi debut unik tanpa promosi awal.
NewJeans terdiri dari lima anggota. Mereka adalah Minji (Kim Min-ji), lahir 7 Mei 2004, berasal dari Chuncheon, Korea Selatan, dan menjabat sebagai leader grup. Lalu, Hanni (Pham Ngoc Han / Hanni Pham), lahir 6 Oktober 2004, memiliki latar belakang Vietnam-Australia.
Berikutnya Danielle (Mo Ji-hye / Danielle Marsh), lahir 11 April 2005, memiliki latar belakang Korea-Australia. Lantas, Haerin (Kang Hae-rin), lahir 15 Mei 2006, berasal dari Pyeongchon, Korea Selatan. Terakhir adalah Hyein (Lee Hye-in), lahir 21 April 2008, berasal dari Incheon, Korea Selatan, dan merupakan anggota termuda (maknae).
Meskipun kasus kontrak mendominasi berita, NewJeans tetap diakui atas pencapaian musik mereka. Lagu-lagu hit mereka seperti “Ditto,” “Hype Boy,” “OMG,” dan “SuperShy” mendominasi tangga lagu Korea dan internasional, bahkan membawa “Ditto” masuk ke tangga lagu Billboard Hot 100 dan memenangkan berbagai penghargaan Song of the Year bergengsi.
Dengan penyelesaian sengketa hukum dan penunjukan CEO baru di ADOR, perhatian kini beralih ke masa depan grup. ADOR telah mengonfirmasi bahwa NewJeans akan melanjutkan jadwal aktivitas mereka, termasuk kemungkinan perilisan album baru. Penggemar, yang disebut “Bunnies” (Tokki), menantikan comeback musik resmi pertama mereka setelah kembalinya grup ini ke manajemen.(*)
BACA JUGA: Korut Gelar Pertunjukan Musik, Kim Jong-un Ternyata Suka K-pop






